BONTANG – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, turut memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2026. Ia mengajak masyarakat Bontang bersama-sama melawan serangan Narkoba.
Andi Hasanuddin menegaskan, perang ini tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Melainkan membutuhkan peran keluarga, sekolah, juga lingkungan setempat.
"Narkoba bukan hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga mengancam masa depan keluarga, generasi muda, serta pembangunan daerah. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat," ucapnya, 26 Juni 2026.
Andi Hasanuddin menegaskan, Pemerintah Kota Bontang melalui semangat Bontang Berbenah terus mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Salah satunya dengan membentuk karakter dan mental generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
"Karena kita meyakini, generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba merupakan modal utama untuk mewujudkan kemajuan Kota Bontang di masa depan," ucapnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat Bontang Bersinar (Bersih dari Narkoba) sebagai gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga kawasan permukiman.
Kepala Dinas Kominfo ini, juga mengajak masyarakat Kota Bontang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus peredaran narkoba yang semakin berkembang, termasuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan zat adiktif lainnya yang menyasar anak-anak serta generasi muda.
"Menuju Indonesia Emas 2045, Bontang Berbenah, Bontang Bersinar. Bersama bergerak, bersama melawan narkoba demi masa depan Kota Bontang yang lebih maju dan gemilang," pungkasnya. (Adv)














