BONTANG — Masih ribut masalah antrean BBM di Kota Bontang. Dewan pun lakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak SPBU, Pertamina, dan juga PSDA, Senin 31 Agustus 2026.
Dalam rapat itu pihak Pertamina menegaskan komitmen ke depannya bisa mendistribusikan BBM di Kota Bontang sesuai kuota yang tersedia.
“Kami komitmen distribusikan secara penuh pimpinan, 100 persen,” ucap pihak Pertamina saat rapat.
Komitmen itu dinyatakan Pertamina sebab terungkap beberapa tahun terakhir kuota BBM di Kota Bontang surplus.
Bahkan, untuk tahun 2026 kembali berpotensi tak sepenuhnya terdistribusi sesuai kuota yang tersedia. Padahal, faktanya tetap antre juga.
6 Pakta Integritas
Rapatnya berlangsung lama sekali. Siang hingga sore. Hadir para petinggi Pertamina. Termasuk humasnya, Edi Mangun. Termasuk yang sebelumnya tak sempat hadir, SBM Pertamina, namanya Bagus.
Mereka banyak berdiskusi masalah distribusi dan juga antrean BBM. Tapi pada intinya, ada 6 kesepakatan yang bersama-sama diambil dalam rapat tersebut.
Pertama, penyaluran BBM ke SPBU dilakukan secara tertib, transparan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk ketentuan pengawasan distribusi BBM oleh pemerintah dan instansi berwenang.
Kedua, PT Pertamina berkomitmen menyalurkan pasokan BBM bersubsidi untuk Kota Bontang 100 persen penuh pada tahun 2026.
Ketiga, Pertamina juga akan mendiskusikan dengan pihak terkait agar BBM di Kota Bontang dapat dikirimkan pada Sip 1 pukul 09:00 sampai pukul 11:00 WITA.
Keempat, Pertamina bersama DPRD Kota Bontang dan Pemerintah Kota Bontang bersepakat untuk menjaga integritas, pengawasan dan penyaluran BBM.
Kelima, Pertamina bersama DPRD Kota Bontang dan Pemerintah Kota Bontang mengupayakan distribusi berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai peraturan perundang-undangan.
Keenam, Pertamina bersama DPRD Kota Bontang dan Pemerintah Kota Bontang akan melaksanakan tindak lanjut atas temuan lapangan atau hasil monitoring dan evaluasi.
“Demikian pakta integritas ini dibuat dengan penuh tanggung jawab tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” ucap Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam saat memimpin rapat. (Agu)















