Payload Logo
PLN UIP KLT

General Manager PLN UIP KLT Dewanto menyampaikan komitmen PLN dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan Kalimantan melalui pembangunan yang sesuai standar teknis dan kondisi lapangan.(dok : PLN)

PLN UIP KLT Perkuat Infrastruktur Listrik Kalimantan, Dewanto: Pembangunan Harus Menjawab Tantangan Lapangan

Penulis: Han | Editor:
24 Juni 2026

BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terus memperkuat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan guna mendukung keandalan pasokan listrik di Kalimantan.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pembangunan jaringan dan fasilitas kelistrikan yang mengutamakan standar teknis, keberlanjutan, serta menyesuaikan karakteristik wilayah.

General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan temu media di Balikpapan, Senin (22/6/2026). Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan harus dirancang berdasarkan kebutuhan sistem dan kondisi nyata di lapangan.

“Listrik yang berkelanjutan harus terus dilaksanakan dengan pelayanan yang prima dan berkualitas. Seluruh desain pembangunan infrastruktur harus sesuai dengan kondisi lapangan serta memenuhi standar teknis yang berlaku,” ujar Dewanto.

Menurutnya, pembangunan ketenagalistrikan tidak hanya berfokus pada penambahan aset, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan layanan listrik yang aman, stabil, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi.

“Yang kami bangun bukan hanya jaringan, tetapi bagaimana infrastruktur tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, PLN UIP KLT juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah proyek. Program tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan kapasitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal.

“Setiap wilayah proyek memiliki potensi masyarakat yang perlu didukung. Karena itu kami menghadirkan program yang dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi,” ungkap Dewanto. Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan juga bergantung pada sinergi antara PLN, pemerintah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Dewanto, proses pembangunan, termasuk pengadaan lahan, dilakukan dengan mengedepankan prinsip kepatuhan terhadap regulasi, keterbukaan, dan komunikasi dengan masyarakat.

“Dukungan stakeholder sangat penting. Seluruh proses kami jalankan sesuai aturan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Dewanto juga mengungkapkan bahwa pembangunan jaringan transmisi di Kalimantan memiliki tantangan tersendiri. Kondisi geografis yang luas, medan yang beragam, serta panjang lintasan jaringan menjadi faktor yang memengaruhi waktu pengerjaan.

“Pembangunan transmisi membutuhkan perencanaan yang matang karena melewati berbagai kondisi wilayah. Namun seluruh proses dilakukan demi memastikan sistem kelistrikan semakin kuat dan andal,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pembangunan jaringan transmisi dapat membutuhkan waktu sekitar dua hingga lima tahun, tergantung panjang jalur dan tingkat kompleksitas wilayah.

Dalam kesempatan yang sama, Dewanto mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi pembangunan ketenagalistrikan kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman publik.

“Media menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai apa yang sedang PLN kerjakan dan bagaimana manfaatnya bagi masyarakat,” tuturnya.

Dewanto menegaskan, seluruh pembangunan yang dilakukan PLN UIP KLT merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan.

“Target akhirnya adalah menghadirkan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025