Payload Logo
Instalasi GI 150kV Grogot

Aktivitas pekerjaan erection dan instalasi terus dipacu di area GI 150 kV Grogot guna memperkuat keandalan interkoneksi kelistrikan Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.(dok : PLN)

Presisi Jadi Kunci, PLN UIP KLT Tuntaskan Pemasangan Komponen GI Grogot

Penulis: Han | Editor:
2 Mei 2026

Paser – Upaya memperkuat keandalan listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan terus dipercepat. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) kini tengah mengebut pengerjaan proyek strategis di Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot, Kabupaten Paser.

Proyek ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan jalur alternatif transmisi listrik antarprovinsi yang selama ini masih bertumpu pada satu jaringan utama. Melalui pembangunan Extension 2 Line Bay arah GI Sei Durian, PLN menargetkan sistem kelistrikan yang lebih tangguh dan fleksibel.

Saat ini, pekerjaan telah memasuki fase krusial berupa pemasangan dan penataan berbagai peralatan utama. Mulai dari Disconnecting Switch (DS), Circuit Breaker (CB), Current Transformer (CT), Capacitive Voltage Transformer (CVT), hingga Lightning Arrester (LA) dipasang dengan tingkat presisi tinggi.

Setiap proses dilakukan secara detail, termasuk pemasangan konduktor busbar yang menjadi penghubung utama aliran daya listrik antar sistem. Ketelitian menjadi kunci, karena setiap komponen berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyebut proyek ini sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik sekaligus meminimalkan risiko gangguan.

“Selama ini sistem interkoneksi Kalsel–Kaltim masih bergantung pada satu jalur. Dengan adanya jalur baru dari GI Grogot ke GI Sei Durian, kita memiliki cadangan sistem yang siap mengambil alih saat terjadi gangguan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, yang menegaskan pentingnya standar keselamatan dalam setiap tahapan pekerjaan.

“Ini pekerjaan dengan tingkat akurasi tinggi. Semua tahapan, mulai dari pemasangan struktur hingga pengujian awal, dilakukan dengan standar K3 yang ketat agar hasilnya andal saat beroperasi nanti,” jelasnya.

Proyek yang digarap oleh KSO Usaha Bakti Perkasa bersama PT Mahameru Energi Semesta ini menunjukkan progres signifikan sejak dimulai pada April 2026. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.

Dengan tambahan jalur interkoneksi ini, PLN menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pasokan listrik yang stabil, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025