KUBAR — Daniel Nes (33) warga Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), mengalami luka parah usai diduga dikeroyok oleh tiga pemuda.
Peristiwa itu terjadi di salah satu rumah kos RT 3 Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang, Senin 27 April 2026 sekitar pukul 19.30 WITA.
Korban mengalami luka di bagian kepala setelah dipukul menggunakan benda yang diduga senjata api (senpi). Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Tanjung Isuy.
"Bagian kepala saya dipukul keras hingga luka. Pelakunya ada tiga orang, salah satu pelakunya menggunakan senjata api," ucap Daniel kepada Katakaltim melalui telepon selulernya, Selasa 28 April.
Dijelaskannya, awal kejadian ia bersama dua temannya Sela dan Gita, sedang makan buah kedondong di rumah kos. Tak berselang lama, tiga pemuda datang menemui mereka.
"Begitu datang tiga pemuda itu, langsung cekcok dengan teman saya. Kemudian saya melerai, hingga akhirnya saya dikeroyok," paparnya.
Kata Daniel, usai dipukuli hingga babak belur, kepalanya mengucurkan banyak darah. Dalam kondisi sempoyongan, ia berusaha melarikan diri ke rumah warga lain.
"Saat melarikan diri, saya sudah setengah sadar akibat benturan keras di kepala. Setelah itu, saya tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah kos," ungkapnya.
Daniel meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku pengeroyokan yang menimpanya. Kasus itu telah dilaporkannya ke Polsek Jempang.
"Saya sudah membuat laporan ke polisi. Tapi karena masih dalam perawatan, saya belum menjalani BAP. Kalau tiga pelaku pengeroyokan saya kenal mereka," terangnya.
Kasat Reskrim Polres Kubar, AKP Khairul Umam dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Meski begitu, ia belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut karena kasusnya ditangani Polsek Jempang.
Kapolsek Jempang, AKP Suyoto dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberi respons. Sementara itu, Kanit Reskrim juga belum dapat dihubungi. (Jantro)









