Payload Logo
Virus HIV

Ilustrasi virus HIV (dok: canva)

Ratusan Pria di Kutim Terindikasi HIV Akibat Berhubungan Sesama Jenis

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agu
18 Januari 2026

KUTIM — Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengungkapkan saat ini tengah mendampingi 422 korban yang diduga terindikasi HIV/AIDS.

Dari data yang dihimpun saat ditemui Katakaltim.com, pihak KPAD Kutim menyebut dari jumlah tersebut, setidaknya ada 119 dampingan Laki-laki yang berhubungan Seks dengan Laki-laki (LSL) yang terindikasi.

Kepala Pengelola Penanggulangan AIDS KPAD Kutim, Lisda Anggraini, mengungkapkan tipe klien yang sulit diidentifikasi adalah LSL ini.

"LSL ini agak susah sih. Dia punya istri, punya anak. Kalau waria kan jelas, berpenampilan kemayu. Sementara mereka (LSL) tidak. Mereka bahkan bisa melakukan hubungan sama istri seperti biasanya," jelasnya saat ditemui Katakaltim Selasa 13 Januari 2026 lalu.

Berdasarkan keterangan LSL, mereka merasakan sensasi yang lebih mendebarkan saat melakukannya dengan pasangan pria.

"Contoh yang didamping itu, mereka lebih berdebar kalau sama lelaki," kata Lisda.

Ia menyebut, tidak menormalisasi masalah ini, dan tidak mengerti penyebab awalnya.

Namun, praktek demikian sudah ada sejak Zaman Nabi Luth.

"Itu sudah ada sejak Zaman Umatnya Nabi Luth. Astagfirullahalazim," tukasnya.

Saat ini kata dia, upaya penanggulangan yang pihaknya bisa lakukan sehingga penyebaran AIDS tidak berkembang di Kutim adalah sosialisasi jemput bola.

Dengan bantuan penjangkau untuk masuk ke lingkungan para LSL, termasuk juga Waria, WPSL (Wanita Pekerja Seks Langsung), WPSTL (Wanita Pekerja Seks Tidak Langsung), Pelanggan WPSL dan WPSTL.

"Dan mereka pihak yang mensosialisasikan itu sudah dapat ilmunya, sudah profesional dan tahu intinya harus melakukan apa," ungkapnya.

Sayangnya, saat ini KPAD Kutim hanya memiliki 1 penjangkau di lapangan.

"Hanya 1. Kita berharap ada perhatian lebih. Karena kita butuh banyak tenaga lapangan," pungkasnya. (Cca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025