PENAJAM — Pengembangan RSUD Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih diarahkan pada pemenuhan layanan spesialis dasar dan penunjang.
CKelengkapan tenaga medis menjadi salah satu pekerjaan yang tengah dikejar agar pelayanan rumah sakit dapat berjalan lebih optimal.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU sekaligus Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB), Lukasiwan ES, mengatakan terdapat enam layanan spesialis yang dinilai wajib tersedia di RSUD Sepaku.
Enam layanan tersebut terdiri dari spesialis penyakit dalam, anak, kandungan, bedah, serta dua spesialis penunjang, yakni radiologi dan anestesi.
“Untuk empat dasar layanan yaitu penyakit dalam, anak, kemudian kandungan, kemudian bedah dan dua spesialis penunjang yaitu radiologi dan anestesi itu wajib ada. Karena kalau enggak ya kurang maksimal tentunya pelayanan di sana,” ujar Lukasiwan, Selasa (7/9).
Menurutnya, pemenuhan dokter spesialis bukan perkara mudah. Terlebih, hingga kini belum terdapat pengadaan CPNS yang dapat menjadi salah satu jalur pemenuhan sumber daya manusia (SDM) rumah sakit.
Karena itu, RSUD Sepaku menempuh alternatif dengan menjalin kerja sama bersama sejumlah lembaga pendidikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dokter spesialis.
“Kita juga masih dan apa yang dilakukan oleh rumah sakit Sepaku adalah dengan bekerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan untuk bisa memenuhi kekurangan tenaga dokter spesialis,” jelasnya.
Selain persoalan SDM, kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi bagian penting dalam pengembangan RSUD Sepaku. Salah satunya berkaitan dengan kapasitas kelistrikan rumah sakit.
Lukasiwan menyebut peningkatan daya listrik perlu dilakukan. Rumah sakit juga membutuhkan genset sebagai sumber listrik cadangan apabila terjadi pemadaman.
“Tambah daya. Jadi satu nomor satu harus tambah daya ya. Saya harus tambah daya, kemudian ya genset untuk mem-backup kalau mati lampu. Memang rumah sakit enggak boleh mati lampu,” tegasnya.
Ia menyebut kebutuhan penambahan daya dan pengadaan genset telah masuk dalam anggaran.
Namun, dirinya belum dapat memastikan apakah seluruh pekerjaan tersebut sudah direalisasikan atau masih dalam tahap pelaksanaan.
Untuk memastikan perkembangan fasilitas tersebut, Lukasiwan menyarankan pengecekan lebih lanjut kepada Direktur RSUD Sepaku. Hal serupa berlaku untuk progres pemenuhan sarana pendukung lainnya. (Adv)










