BALIKPAPAN — Kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Balikpapan.
Seorang calon jemaah haji (CJH) asal Kota Samarinda, Indarjaya Purwadi (62), dilaporkan wafat di Madinah, Arab Saudi, setelah menjalani perawatan akibat penyakit hipertensi.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan, Mokhlis Hasan, mengatakan almarhum tergabung dalam Kloter 1 Balikpapan (BPN 1).
Menurut dia, kondisi kesehatan almarhum sempat menurun setelah tiba di Tanah Suci dan mendapat penanganan medis di rumah sakit setempat.
“Yang bersangkutan memiliki riwayat hipertensi dan sempat mendapatkan perawatan di sana sebelum meninggal dunia,” kata Mokhlis, Selasa (12/5/2026).
Mokhlis menjelaskan, sebelum kesehatannya memburuk, Indarjaya masih sempat mengikuti kegiatan city tour atau ziarah di Kota Madinah bersama rombongan jemaah lainnya.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, beliau sempat mengikuti kegiatan ziarah di Madinah bersama rombongan,” ujarnya.
Kepergian Indarjaya menjadi duka mendalam bagi keluarga serta rombongan jemaah asal Kaltim.
PPIH Embarkasi Balikpapan memastikan seluruh proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi.
Sesuai ketentuan penyelenggaraan ibadah haji, jemaah yang wafat di Tanah Suci dimakamkan di Arab Saudi dan tidak dipulangkan ke Indonesia.
Almarhum telah dimakamkan di Madinah dengan pendampingan petugas haji.
Pihak keluarga di Indonesia juga disebut telah menerima informasi resmi terkait wafatnya almarhum.
Selain itu, PPIH Embarkasi Balikpapan mengungkapkan masih ada satu jemaah dari Kloter 2 asal Balikpapan yang tertahan di Madinah karena menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Jemaah tersebut belum dapat melanjutkan perjalanan menuju Makkah bersama rombongan lantaran kondisi kesehatannya masih memerlukan pengawasan medis.
“Sampai saat ini kami masih mengonfirmasi terkait penyakit yang diderita, termasuk data lengkap jemaah tersebut. Yang bersangkutan masih menjalani perawatan,” kata Mokhlis.
PPIH Embarkasi Balikpapan terus memantau kondisi kesehatan seluruh jemaah asal Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara selama berada di Tanah Suci.
Para jemaah, terutama kategori lanjut usia dan risiko tinggi, diimbau menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri dalam menjalankan aktivitas ibadah. (Han)










