Payload Logo
Karhutla

TNI memperkuat upaya pencegahan Karhutla di Kaltim dengan mengerahkan Tim Penyuluhan Karhutla dan Tim Alpha Karhutla, tim ini tiba dengan menggunakan pesawat TNI AU C-130H/A-1332, Sabtu (29/8/2026) (dok: Han/katakaltim)

TNI Kerahkan 583 Personel ke Kaltim untuk Cegah Karhutla

Penulis: Han | Editor: Agung
30 Agustus 2026

BALIKPAPAN — TNI memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur dengan mengerahkan Tim Penyuluhan Karhutla dan Tim Alpha Karhutla.

Kedua tim tersebut tiba di Baseops Lanud Dhomber, Balikpapan, menggunakan pesawat TNI AU C-130H/A-1332, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 17.29 Wita.

Kedatangan rombongan disambut Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan bersama Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung, Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo, serta para Asisten Kasdam VI/Mulawarman.

Setelah turun dari pesawat, kedua tim langsung bergerak menuju lokasi yang telah ditentukan. Tim Penyuluhan Karhutla ditempatkan di Asrama Haji Balikpapan, sedangkan Tim Alpha Karhutla menuju Barak Dodikjur VI/Mulawarman.

Kasdam VI/Mulawarman mengatakan, pengerahan Tim Penyuluhan Karhutla merupakan bagian dari strategi pencegahan agar kebakaran tidak terjadi atau meluas.

“Kita ingin pencegahan dilakukan sejak awal. Personel yang datang tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga membangun kesadaran dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar Karhutla tidak terjadi dan tidak meluas,” kata Andy.

Menurut Andy, penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat di daerah rawan kebakaran perlu diperkuat.

Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama terkait kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar.

“Penanganan Karhutla tidak hanya mengandalkan tindakan saat kebakaran terjadi. Pencegahan, edukasi, dan keterlibatan masyarakat harus diperkuat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, TNI mengerahkan 583 personel untuk mendukung penanganan Karhutla di sejumlah wilayah.

Personel tersebut terdiri dari 50 perwira tinggi dan 533 perwira menengah dari unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Mabes TNI.

Selain Kalimantan Timur, pengerahan personel juga dilakukan ke sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan, seperti Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, dan Kalimantan Utara.

Andy mengatakan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman Karhutla.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah Karhutla sejak dini,” katanya.

Kehadiran tim penyuluh di lapangan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan sekaligus mendorong kepedulian untuk menjaga lingkungan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah TNI mendukung pemerintah dalam menekan risiko Karhutla, khususnya di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025