KUTIM – Perhelatan Pekan Raya Expo Kutai Timur (PRKE) 2026 mencatat nilai transaksi peserta pameran mencapai Rp4.245.900.000 hingga hari penutupan, Minggu (18/10/2026).
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator geliat aktivitas ekonomi pelaku usaha lokal di Kutai Timur.
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengatakan, nilai transaksi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan promosi dan pemasaran produk lokal memiliki peluang besar dalam mendorong perputaran ekonomi daerah.
“Coba kita asumsi keuntungan sebesar 25 persen dari total transaksi, perputaran ekonomi tersebut berpotensi memberikan keuntungan sekitar Rp1,06 miliar bagi pelaku usaha. Ini kan luar biasa,” ucap Mahyunadi saat menutup PRKE 2026 di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta.
Menurutnya, besaran keuntungan riil yang diperoleh pelaku usaha tetap bergantung pada biaya produksi, operasional, dan margin masing-masing UMKM.
Mahyunadi menilai PRKE tidak sekadar menjadi ajang pameran maupun hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk membuka peluang kerja sama ekonomi.
Karena itu, ia meminta agar aktivitas ekonomi yang muncul selama expo tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
Produk-produk lokal yang telah diperkenalkan kepada masyarakat perlu terus dikembangkan dan dipasarkan agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Produk-produk yang telah diperkenalkan selama pameran perlu terus dikembangkan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Selain pemasaran produk, Mahyunadi berharap jejaring bisnis, peluang investasi, serta berbagai bentuk kerja sama yang terbentuk selama PRKE dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, pembangunan Kutai Timur tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi maupun meningkatnya aktivitas ekonomi.
Dampak pembangunan juga harus terlihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya usaha lokal, dan membaiknya kualitas hidup masyarakat.
“Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk mewujudkan pembangunan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ucapnya.
Untuk memperkuat kemandirian ekonomi, pemerintah daerah dinilai perlu terus mengoptimalkan potensi daerah, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong pengembangan sektor usaha yang beragam.
Di sisi lain, daya saing produk lokal juga perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas produk dan layanan.
Hal tersebut penting agar pelaku usaha Kutai Timur tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga dapat menembus pasar regional, nasional hingga global.
“Peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan UMKM, kebijakan yang tepat, serta kepedulian terhadap lingkungan harus terus menjadi bagian dari agenda pembangunan Kutai Timur,” pungkas Mahyunadi.
Penutupan PRKE 2026 sendiri berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan masyarakat di Alun-Alun Bukit Pelangi.
Penampilan grup musik Geisha turut menjadi hiburan penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sepekan tersebut. (Adv)












