Bontang – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bontang tidak hanya didorong untuk bertahan, tetapi diarahkan agar mampu berkembang dan masuk dalam rantai ekosistem industri besar.
Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mulai menyiapkan strategi penguatan UMKM lokal agar memiliki daya saing, akses pasar lebih luas, hingga mampu menjalin kemitraan dengan perusahaan besar yang berinvestasi di Kota Bontang.
Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menurutnya, kehadiran industri besar di Bontang harus memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi sektor investasi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.
“Investasi yang masuk harus punya arah jelas dan memberi manfaat, bukan hanya untuk perusahaan, tapi juga ekonomi masyarakat,” ujar Karel.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot Bontang tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan regulasi investasi, pembangunan kemitraan antara industri dan UMKM, hingga pembentukan inkubator bisnis sebagai wadah pengembangan usaha lokal.
Salah satu upaya penting yang sedang disiapkan adalah penyusunan Raperda Penyelenggaraan Investasi sebagai dasar hukum agar setiap investasi yang masuk dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain regulasi, DPMPTSP juga mendorong penyusunan Masterplan Investasi sebagai panduan pembangunan ekonomi jangka panjang. Melalui perencanaan tersebut, investor besar, pelaku usaha menengah, hingga UMKM dapat bergerak dalam arah pengembangan yang sama.
“UMKM harus punya ruang untuk tumbuh. Dengan adanya perencanaan investasi yang baik, peluang kemitraan antara industri besar dan usaha lokal bisa semakin terbuka,” jelas Karel.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, serta menjadikan produk lokal Bontang tidak hanya berkembang di pasar daerah, tetapi juga mampu masuk dalam rantai pasok industri.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Bontang diarahkan menjadi kota yang tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga mampu melahirkan pelaku usaha lokal yang semakin kuat dan mandiri.(Adv)














