BERAU — Palang Merah Indonesia (PMI) Berau membeberkan pihaknya menemukan sejumlah pendonor darah yang diduga terinfeksi penyakit menular usai lakukan uji Lab.
Keterangan tersebut disampaikan petugas Teknis Unit Donor Darah (UDD) PMI Berau saat ditemui awak media pada Jumat 9 Januari 2026.
Penyakit yang terdeteksi bervariatif. Artinya, untuk memastikan penyakit spesifik yang diderita oleh para pendonor, PMI Berau butuh dokter.
“Setelah dicek nanti akan terdeteksi apakah ada penyakit menular seperti HIV, Sipilis, Hepatitis B, Hepatitis C dan lain-lain. Kalau dia terdeteksi darahnya langsung dimusnahkan. Gak dipakai,” Jelas Anggi salah satu Staff UDD PMI Berau.
Pasca pengecekan, pendonor akan diarahkan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan secara khusus, agar pendonor menjalani pengobatan.
“Yang punya hak memberitahu ke pendonor itu dokter kami. Nanti dihubungi secara personal. Biasanya dikasih tahu sama dokter, disuruh periksa ulang,” terangnya.
Dia mengaku selama tahun 2025 banyak masyarakat terdeteksi penyakit menular berbahaya di Berau.
Kendati demikian, ia tak menyebutkan secara khusus, profesi apa saja yang cenderung terdeteksi. Sebab tak ada data terperinci mengenai profesi pendonor.
“Banyak sih. Biasanya masyarakat umum. Kadang perusahaan, soalnya kami nggak juga nanya, nggak detail juga. Kadang kan mereka nggak kasih tahu pekerjaan mereka apa, jadi kami cuma data yang sesuai apa yang dibicarakannya,” pungkasnya. (Rin)

%2520Berau-300x176.jpg&w=3840&q=75)




