Payload Logo
Bontang

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur. (dok: katakaltim)

Wisata Bahari Bontang Mulai Dilirik Investor, Potensi Laut Jadi Magnet Ekonomi Baru

Penulis: irw | Editor: Hilman
20 Juni 2026

BONTANG – Pesona laut Kota Bontang mulai mencuri perhatian sebagai peluang investasi baru. Tidak hanya dikenal sebagai kota industri, Bontang kini membuka peluang pengembangan sektor pariwisata bahari yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Kawasan pesisir seperti Bontang Kuala, Guntung, dan Tanjung Laut Indah mulai dipandang sebagai aset wisata yang dapat dikembangkan lebih serius. Keindahan kawasan pesisir, budaya masyarakat laut, hingga potensi wisata berbasis mangrove dan bahari menjadi daya tarik yang dinilai mampu menarik minat investor.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan pengembangan wisata bahari menjadi salah satu peluang investasi yang menjanjikan bagi daerah.

Menurutnya, Bontang memiliki keunggulan karena tidak hanya menawarkan pemandangan laut, tetapi juga pengalaman wisata yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir.

“Wisata bahari Bontang punya potensi besar. Namun agar mampu bersaing, perlu dukungan investasi, mulai dari pembangunan fasilitas, promosi destinasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata,” ujar Aspiannur, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan, investor dapat mengambil peran dalam menghadirkan berbagai fasilitas pendukung seperti penginapan, kawasan kuliner, wahana wisata laut, hingga konsep wisata berbasis pengalaman.

Salah satu peluang yang mulai didorong adalah pengembangan kawasan wisata pesisir dengan konsep yang tetap mempertahankan identitas lokal. Pemerintah Kota Bontang sebelumnya juga membuka peluang investasi pengembangan wisata berbasis pengalaman, termasuk konsep vila terapung di kawasan Bontang Kuala untuk menarik wisatawan nasional hingga pasar ekspatriat kawasan IKN.

“Yang paling penting, pengembangan wisata harus tetap menjaga karakter kawasan. Jangan sampai menghilangkan nilai budaya dan lingkungan yang menjadi daya tarik utama,” kata Aspiannur.

Selain investasi infrastruktur, promosi menjadi faktor penting agar destinasi wisata bahari Bontang lebih dikenal luas. Menurutnya, potensi yang ada perlu dikemas menjadi produk wisata yang memiliki nilai jual.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan pengelolaan profesional, wisata bahari dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari pelaku UMKM, jasa transportasi laut, usaha kuliner, hingga tenaga kerja sektor pariwisata.

“Wisata bukan hanya soal tempat, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.

Ke depan, Bontang berpeluang memiliki wajah baru sebagai kota industri sekaligus destinasi bahari yang mampu bersaing di tingkat regional, dengan laut sebagai kekuatan ekonomi baru.(*)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025