Dibaca
57
kali
Legislator Kutim, Ahmad Sulaiman, sampaikan ingin perjuangkan tenaga pendidik agama di Perlemen Kutim, Senin (3/9). (aset: caca/katakaltim)

32 Tahun Jadi Guru, Ahmad Sulaiman Siap Perjuangkan Kesejahteraan Tenaga Pendidik Agama di Parlemen Kutim

Penulis : Caca
 | Editor : Redaksi
4 September 2024
Font +
Font -

KUTIM — Mantan Guru Agama , Ahmad Sulaiman kini menjadi Legislator Kutai Timur (Kutim) yang baru saja dilantik pada Rabu (14/8) lalu.

Ahmad Sulaiman mengaku, banyak dititipkan aspirasi terkait dunia pendidikan. Salah satunya, kesenjangan tenaga pengajar di sekolah pendidikan umum dan sekolah pendidikan keagamaan negeri maupun swasta.

"Masalah pendidikan keagamaan itu jauh sekali kesenjangannya. Kesejahteraan guru agama dan infrastruktur di sekolah agama terlihat jelas," kata Ahmad Sulaiman kepada katakaltim, Selasa (3/9).

Baca Juga: Reses Anggota DPRD Kutim, Ahmad Sulaiman di Desa Susuk Dalam, Kecamatan Sandaran (dok:ist)Reses di Susuk Dalam, Legislator Kutim Ahmad Sulaiman Sebut Masyarakat Minta Perbaikan Irigasi, Infrastruktur Jalan dan Listrik

Politisi Demokrat itu menyebut, sekolah umum di Kutim ditangani langsung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Sementara sekolah keagaman ditangani oleh Kementrian Agama.

Baca Juga: Legislator Kutim Yusri Yusuf (tengah), didampingi Ketua GMKT Siddik (kanan), beserta Ketua Karang Taruna Sangatta Selatan. Dalam agenda LDK dan Talkshow, di Pantai Teluk Lombok, Sabtu (18/1/2024). (dok: ainun/katakaltim)Teluk Lombok di Mata Legislator Kutim: Sangat Miris Untuk Dilihat

"Jadi kalau ada insentif dari daerah guru sekolah agama ini tidak bisa. Insentif dari kemenag itu Rp1,2 Juta sementara dari Disdikbud Kutim Rp8 Juta, itu kan jauh sekali," ujar mantan Kepala Sekolah Dasar di Sandaran itu.

Karena itu, Ahmad membawa aspirasi pemerataan kesejahteraan bagi tenaga pendidik di Kutim.

"Jadi kita upayakan ada rumusan peraturan sehingga mereka bisa juga dibiayai Pemda. Mereka juga kan masyarakat Kutim yang sama-sama mengabdi untuk dunia pendidikan," tukasnya.

Diketahui, dari Rp15,122 Triliun APBD Perubahan Kutim tahun 2024, sebanyak Rp3,2 Triliun merupakan alokasi dana pendidikan. (*)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >