Payload Logo
Adrianus

Anggota DPRD Kubar, Adrianus (dok: Jantro/katakaltim)

67 Ribu Pelanggan Terdampak, DPRD Kubar Desak PLN Akhiri Pemadaman Bergilir

Penulis: Jantro | Editor: Agu
27 Oktober 2026

KUBAR — Anggota DPRD Kutai Barat (Kubar), Adrianus, mendesak PLN ULP Melak agar tak molor dalam memperbaiki mesin pembangkit.

Adrianus juga meminta kepastian agar pemadaman listrik bergilir tidak terus berlanjut.

Sebab, sekitar 67 ribu pelanggan menunggu kepastian pasokan listrik kembali normal.

“Masyarakat butuh kepastian kapan pemadaman listrik bergilir berakhir,” ucap Adrianus kepada Katakaltim di Kantor DPRD Kubar, 26 Oktober 2026.

Adrianus mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti keluhan masyarakat, dengan melakukan kunjungan kerja ke PLN ULP Melak pekan lalu.

Dalam kunjungan itu, gangguan pasokan listrik diketahui akibat 3 mesin pembangkit bermasalah. Perbaikannya ditargetkan rampung akhir Oktober 2026.

Adrianus menyampaikan, PLN ULP Melak semestinya memiliki daya cadangan untuk mengantisipasi kerusakan mesin pembangkit.

Sebab kebutuhan listrik masyarakat di Kubar mencapai 23 MW, sama dengan kapasitas pembangkit yang tersedia.

Kondisi itu menunjukkan PLN ULP Melak tidak memiliki kesiapan dalam mengantisipasi gangguan mesin pembangkit.

“Potensi kerusakan dari setiap mesin itu pasti ada. Nah, seharusnya sudah menyiapkan jika terjadi kerusakan dan memiliki cadangan. PLN ini kan bukan baru-baru ini aja melayani pelanggan,” paparnya.

Adrianus berharap PLN ULP Melak mempercepat perbaikan secara terukur dan terarah. Karena, masyarakat butuh kepastian kapan pasokan listrik kembali normal.

“Dalam kunjungan kerja pekan lalu, kami sudah meminta kepastian waktu kepada PLN. Mudah-mudahan, awal November pasokan listrik kembali normal sesuai yang disampaikan PLN,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak PLN menyatakan salah satu langkah yang kini berjalan adalah pengiriman mesin pembangkit tambahan berkapasitas total 5 MW dari Samarinda menuju Melak, Jumat 16 Oktober 2026.

Sebelum diberangkatkan, mesin pembangkit telah melalui tahapan persiapan dan penanganan logistik di Pelabuhan Samarinda.

Bersamaan dengan proses mobilisasi tersebut, PLN juga melanjutkan pekerjaan infrastruktur pendukung di lokasi agar tahapan pemasangan dan pengoperasian dapat dipersiapkan secara terkoordinasi.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan pengiriman mesin tambahan ini merupakan kelanjutan dari langkah penanganan yang dilakukan PLN untuk mendukung perbaikan pasokan listrik di Melak.

Menurutnya, seluruh tahapan perlu dilaksanakan dengan memperhatikan kesiapan teknis dan aspek keselamatan agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik.

“Kami terus mengawal proses mobilisasi ini bersama pihak terkait, sekaligus memastikan persiapan di lokasi,” ucap Adrian. (Jantro)

Dilihat 728 kali