Payload Logo
DPRD Kubar

Fraksi GDK DPRD Kubar melakukan kunjungan kerja ke ULP PLN Melak, 23 Oktober 2026. (Dok: Katakaltim/Jantro)

Fraksi GDK DPRD Kubar Temui PLN Bahas Keluhan Warga soal Pemadaman Bergilir

Penulis: Jantro | Editor: Agung
23 Oktober 2026

KUBAR — Fraksi Gerindra Keadilan Demokrat (GDK) DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar), menemui PLN ULP Melak guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir.

Kunjungan kerja itu dipimpin Ketua Fraksi GDK DPRD Kubar, Sadli, bersama anggota fraksi Sepe Martinus, Adrianus, Meni Debora, Abram Christ Ernez, H. Elyson, Kamis 22 Oktober 2026.

Sadli mengatakan, pemadaman listrik bergilir terjadi akibat pemeliharaan dua mesin pembangkit. Masing-masing mesin memiliki kapasitas 1 megawatt (MW).

Berdasarkan penjelasan PLN kepada Fraksi GDK, perbaikan kedua mesin ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.

Jika kembali beroperasi, pemadaman listrik bergilir diperkirakan berkurang signifikan, bahkan bisa dihentikan.

"Mesin diperkirakan selesai diperbaiki dalam minggu ini. Paling lambat awal November, perbaikan ditargetkan sudah selesai," ujarnya.

Sadli menjelaskan, PLN ULP Melak memiliki 23 mesin pembangkit dengan kapasitas masing-masing 1 MW.

Selain memperbaiki mesin rusak, PLN berencana mengoperasikan 6 mesin tambahan dengan kapasitas masing-masing 1 MW pada November 2026.

“Dengan tambahan mesin ini, kita berharap pasokan listrik di Kubar bisa surplus sehingga pemadaman bergilir tidak lagi terjadi.” paparnya.

Crist Ernez berharap perbaikan mesin pembangkit dan pengoperasian enam mesin tambahan dapat mengatasi pemadaman listrik bergilir di Kubar.

Menurutnya, pemadaman listrik mengganggu aktivitas masyarakat, baik di rumah tangga maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Politisi Partai Gerindra ini juga meminta PLN rutin memelihara jaringan listrik, termasuk memangkas ranting pohon yang berdekatan dengan kabel untuk mencegah gangguan pasokan.

Manager PLN ULP Melak, Agung, menyampaikan bahwa dua mesin pembangkit mengalami gangguan. Namun pihaknya akan mengupayakan perbaikan selesai pada akhir Oktober.

PLN ULP kini tengah menyiapkan enam mesin tambahan dengan total kapasitas 6 MW.

Sekitar 5 MW akan digunakan untuk menambah pasokan listrik, sedangkan 1 MW sisanya disiapkan sebagai cadangan.

"Jika tidak ada kendala, pengoperasian ditargetkan pada minggu pertama November," ungkapnya. (Jantro)

Dilihat 706 kali