Payload Logo
Jerami sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar alternatif

Jerami sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar alternatif yang berhasil dikembangkan Akademisi Uniba (dok:ist)

Akademisi Asal Bogor Temukan Bahan Bakar Alternatif Ramah Lingkungan

Penulis: Salsabila Resa | Editor:
4 April 2026

KATAKALTIM - Dosen Universitas Djuanda Bogor (Unida) sukses menciptakan bahan bakar nabati berbasis jerami yang diberi nama “Bobibos”, sebuah terobosan ramah lingkungan yang berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional.

Di tengah ancaman krisis energi global dan fluktuasi harga bahan bakar minyak, 'Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos' atau Bobibos digadang menjadi inovasi energi alternatif.

Bahkan telah menarik perhatian internasional. Sejumlah negara seperti Norwegia dan Timor Leste dikabarkan tertarik untuk mengembangkan bahan bakar alternatif ini.

Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, disebut-sebut akan segera meluncurkan penggunaan Bobibos di negaranya.

Ketua Umum Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia Universitas Djuanda (Unida), Uman Suherman berharap, Bobibos yang diproduksi oleh PT Inti Sinergi Formula dapat disambut baik pemerintah dalam negeri.

Uman mengatakan, inovasi membanggakan ini lahir dari tangan Mulyadi, yang juga dosen pengajar di kampus Unida yang berlokasi di Ciawi, Bogor.

"Pak Mulyadi, selaku inisiator periset dan Komisaris Utama PT. Inti Sinergi Formula yang punya hak paten Bobibos, juga merupakan dosen di kami. Tentu ini menjadi kebanggaan," ucapnya, dilansir Tempo Kamis 2 April 2026

Menurutnya Ini bukti Unida memiliki putra terbaik yang memiliki prestasi di tingkat nasional atau bahkan di Asia Tenggara.

"Sebab itu kami berharap pemerintah Indonesia juga akan me-launching Bobibos, sebagai bahan bakar resmi di negara kita," jelasnya.

Sementara itu, Mulyadi membenarkan pernyataan Uman. Dia berharap, ada kemudahan regulasi dari pemerintah pusat, "Seperti yang sudah dilakukan oleh pemerintah Timor Leste."

Mulyadi mengaku sudah menghadap beberapa petinggi di negara ini untuk harapan kemudahan tersebut.

Menurutnya, dengan luas sawah di Indonesia yang lebih dari 7,4 juta hektare, produksi Bobibos akan mampu mengurangi beban anggaran negara untuk membeli minyak mentah. Berdasarkan hitung-hitungannya, harga bahan bakar Bobibos bisa ditebus oleh masyarakat dengan harga Rp 7.000 per liter. (*)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025