Payload Logo
Balikpapan Buka 100 Formasi Guru PJLP, Solusi Cepat Tutup Kekurangan Tenaga Pengajar di Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan rencana pembukaan sekitar 100 formasi guru PJLP pada April–Mei 2026.(dok : Han/katakaltim)

Balikpapan Buka 100 Formasi Guru PJLP, Solusi Cepat Tutup Kekurangan Tenaga Pengajar di Sekolah

Penulis: Han | Editor:
14 April 2026

Balikpapan — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali mengambil langkah strategis untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar di sejumlah sekolah. Sebanyak kurang lebih 100 formasi guru dengan status Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) akan segera dibuka pada periode April hingga Mei 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya cepat untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal, khususnya di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang saat ini masih mengalami kekurangan guru.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa rekrutmen ini merupakan solusi jangka pendek yang paling memungkinkan dilakukan dalam kondisi saat ini.

“Kami targetkan pembukaan formasi ini bisa terealisasi dalam waktu dekat, sekitar April hingga Mei. Kurang lebih ada 100 formasi guru PJLP yang kami siapkan untuk mengisi kekosongan di sekolah,” ujarnya saat ditemui di lingkungan Pemkot Balikpapan, Selasa (14/4/2026).

Menurut Irfan, kekurangan guru di Balikpapan tidak terlepas dari beberapa faktor, seperti terbatasnya formasi aparatur sipil negara (ASN), serta adanya tenaga pengajar yang memasuki masa pensiun maupun mutasi ke daerah lain. Hal ini berdampak langsung pada belum meratanya distribusi guru di sejumlah sekolah.

“Beberapa sekolah masih kekurangan guru, bahkan untuk mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Ini yang menjadi perhatian utama kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, skema PJLP dinilai sebagai langkah paling realistis karena memungkinkan pemerintah daerah bergerak lebih cepat tanpa harus menunggu proses panjang pengangkatan ASN dari pemerintah pusat.

“Melalui PJLP ini, kami bisa segera menempatkan guru di sekolah yang membutuhkan. Ini penting agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu,” katanya.

Selain itu, Disdikbud Balikpapan juga terus melakukan pemetaan kebutuhan guru secara berkala di seluruh sekolah. Pemetaan ini bertujuan untuk memastikan penempatan tenaga pengajar lebih merata dan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

“Kami tidak ingin penempatan guru menumpuk di satu sekolah saja. Semua harus berdasarkan kebutuhan riil di lapangan,” tegas Irfan.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan guru tetap menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, fasilitas yang memadai tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa dukungan tenaga pengajar yang cukup.

“Fasilitas boleh lengkap, teknologi bisa canggih, tapi kalau gurunya kurang, maka pembelajaran tidak akan maksimal,” ujarnya.

Ke depan, Pemkot Balikpapan tetap berkomitmen untuk mengusulkan penambahan formasi guru ASN sebagai solusi jangka panjang. Namun untuk saat ini, rekrutmen melalui skema PJLP menjadi langkah strategis agar tidak terjadi kekosongan tenaga pengajar di sekolah.

Dengan dibukanya sekitar 100 formasi tersebut, diharapkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah di Balikpapan dapat berjalan lebih efektif, merata, dan berkualitas.(Han/Adv Diskominfo Balikpapan)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025