Balikpapan — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan semakin serius mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Kerja Pembudayaan Olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Balikpapan, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan arah kebijakan pengembangan olahraga, baik dari sisi prestasi maupun olahraga masyarakat. Hadir dalam forum tersebut sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, bersama jajaran pejabat teknis di bidang keolahragaan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur, M. Faisal, dalam sambutannya menegaskan bahwa olahraga tidak lagi bisa dipandang semata sebagai ajang kompetisi.
Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Olahraga harus menjadi kebiasaan masyarakat. Bukan hanya untuk melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga untuk membentuk masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing tinggi,” ujar Faisal.
Ia menambahkan, pembudayaan olahraga merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dinilai sangat penting agar program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Disparpora Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, menilai rapat kerja ini sebagai ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah sekaligus merumuskan inovasi program olahraga berbasis masyarakat.
“Melalui forum ini, kita bisa menyatukan visi dan langkah. Di Balikpapan, kami ingin memastikan olahraga tidak hanya identik dengan atlet, tetapi benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat luas,” kata Ratih.
Menurutnya, tren kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan kebugaran terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi peluang besar bagi pemerintah untuk memperluas program olahraga yang lebih inklusif.
Ratih menegaskan, pihaknya akan terus menghadirkan kegiatan olahraga yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia.
“Kami ingin olahraga menjadi gaya hidup. Ketika masyarakat sehat, maka produktivitas meningkat dan kualitas hidup juga ikut membaik,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga berkomitmen memperkuat program olahraga berbasis lingkungan, seperti kegiatan rutin di tingkat kelurahan dan komunitas. Upaya ini dinilai lebih efektif dalam membangun kebiasaan berolahraga secara berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan event-event seremonial.
Ke depan, pemerintah juga akan mendorong peningkatan fasilitas dan infrastruktur olahraga agar semakin mudah dijangkau masyarakat. Dengan dukungan tersebut, partisipasi publik dalam aktivitas fisik diharapkan terus meningkat.
Melalui langkah ini, Balikpapan optimistis dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, bugar, dan berdaya saing, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.(han/adv Diskominfo Balikpapan)














