Payload Logo
KLA

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose berkomentar soal KLA (dok: Han/katakaltim)

Balikpapan Target Predikat KLA Paripurna, Meski Data Kekerasan Anak Meningkat 10 Persen

Penulis: Han | Editor: Agung
24 Juli 2026

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan optimis capai predikat Kota Layak Anak (KLA) dari utama menuju Paripurna. Meskipun kasus kekerasan terhadap anak meningkat.

Komitmen tersebut dipertegas dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045", Kamis (23/7/2026).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, mengatakan, keberhasilan KLA tidak saja bergantung pada pemerintah.

Tapi butuh keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan aman bagi anak. Perlindungan anak, kata dia, harus dimulai dari pola asuh di dalam keluarga.

“Kami berharap semua masyarakat bisa menjadi whistleblower apabila melihat adanya persoalan di lingkungan sekitar. Jangan ragu melapor kepada pihak yang berwenang karena yang menjadi korban adalah anak," pintanya.

Kasus Anak Meningkat

Hingga Juli 2026, DP3AKB Balikpapan mencatat 132 kasus berkaitan dengan anak, berdasarkan data Sistem Informasi Data Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (Simfoni PPA).

Jumlah tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pun, ia menilai peningkatan tersebut tak selalu menunjukkan bertambahnya tindak kekerasan. Tapi meningkatnya kesadaran warga melaporkan setiap kasus.

Kata dia, dua malam lalu pihaknya menerima laporan dugaan pelecehan terhadap anak. Laporan itu langsung mereka teruskan ke hotline UPTD PPA dan segera dilakukan asesmen.

“Ini menunjukkan masyarakat semakin peduli dan berani melapor. Kesadaran seperti ini justru menjadi hal yang positif," tukasnya.

Tantangan Anak

Lebih jauh ia mengingatkan berbagai tantangan baru yang dihadapi anak. Mulai dari paparan media sosial, penyimpangan perilaku seksual, hingga masuknya konten ekstremisme melalui internet.

Maka, pengawasan orang tua menjadi kunci agar anak tak mudah terpengaruh konten negatif yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka.

"Ini bukan lagi semata persoalan doktrin tertentu, tetapi banyak dipengaruhi oleh konten yang mereka konsumsi di internet," katanya.

Layanan Pendampingan

DP3AKB Balikpapan, lanjut Nursyamsiarni, juga memperkuat layanan pendampingan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

Termasuk menambah tenaga psikolog secara bertahap meski di tengah keterbatasan anggaran.

"Tahun depan kami tetap berupaya menambah tenaga psikolog sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan anak dan penguatan Balikpapan menuju Kota Layak Anak," ucapnya.

Keterlibatan aktif pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga Forum Anak menjadi modal penting yang menunjukkan kesiapan Balikpapan untuk meraih predikat KLA Paripurna.

Kolaborasi lintas sektor, masih kata dia, yang selama ini berjalan, didukung meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melindungi anak, serta penguatan layanan pendampingan, menjadi bukti Balikpapan terus memenuhi berbagai indikator penilaian Kota Layak Anak.

"Harapan kami tentu Balikpapan semakin kuat sebagai kota yang benar-benar ramah anak. Dengan komitmen seluruh pihak, kami optimistis Balikpapan layak memperoleh penghargaan Kota Layak Anak kategori Paripurna," pungkasnya. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025