Payload Logo
Bontang

UMKM Bontang, di kawasan Bontang Kuala (dok: Caca/katakaltim)

Baru 117 dari Target 500, Program Kredit UMKM Bontang Agak Jauh dari Harapan

Penulis: Salsabila | Editor: Agung
30 Maret 2026

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang di bawah kepemimpinan Neni-Agus punya program Bantuan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dengan nilai cukup fantastis, Rp12 Miliar. Bunganya ngerik. Nol persen.

Sayangnya, program 'Kredit Bontang Kreatif' kerja sama Bank Kaltimtara itu masih agak jauh dari harapan. Dan tampaknya, masih banyak yang belum tau program ini ternyata ada.

Dari penelusuran katakaltim.com, beberapa pelaku UMKM di Bontang Kuala mengaku tak tahu adanya program yang hampir setahun meluncur ini.

"Belum pernah dengar sih," kata pelaku UMKM yang kerap disapa Mama Arni, saat ditemui Minggu 29 Maret 2026 sore.

Hal senada disampaikan Rahmania, pelaku UMKM yang bergerak sebagai pembuat perhiasan.

"Saya gak ada pernah dengar sih. Belum ada," akunya.

Ia bilang sudah bertahun-tahun menjadi pelaku UMKM, namun belum pernah mendapat bantuan sama sekali.

"Sudah 3 tahun handmade manik-manik. Sebelumnya hingga sekarang saya jualan ayam geprek di rumah, gak ada (bantuan UMKM-red) atau saya-nya yang gak dengar gak tahu juga,” tutur dia ragu-ragu.

Adapun mereka yang mengetahui eksisting-nya program ini, mengaku malas mengajukan sebab repot administrasinya.

"Tau tapi gak ngajuin, malas ribet. Teman-teman banyak yang ajuin tapi gak Acc (diterima) terbentur syarat BI Checking (Sistem Layanan Informasi Keuangan),” ungkap Rianti.

Ada juga pelaku UMKM yang mengatakan tak mampu mengajukan sebab harus sertakan agunan alias jaminan.

"Tau sih tau. Tapi kita yang usaha kecil-kecil ini gak mampu, karena harus ada agunan," jelas Ica.

Katanya, program ini berbeda dengan KUR (Kredit Usaha Rakyat) milik pemerintah pusat yang bebas agunan.

"Kita maunya kayak begitu, atau kayak saya pernah pinjam di Pegadaian dapat Rp5 Juta sekalipun ada bunga tapi masih terbilang murah gak sampai Rp1 juta bunganya," sebut dia.

Meski begitu, mereka akui kalau program ini berjalan dan mendapat jaminan kemudahan dari pemerintah dalam administrasi, tentu saja akan sangat membantu masyarakat Bontang.

Wali Kota Bontang

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (dok: Caca/katakaltim)

Menanggapi itu, orang nomor wahid Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan program ini awalnya dikira-kira bisa membantu minimal 500 UMKM setiap tahun.

Sayangnya, jelang 1 tahun program ini diluncurkan, hanya mampu membantu 117 UMKM di Kota Bontang. Agak jauh dari harapan.

Alasannya, banyak pelaku UMKM belum memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Termasuk yang paling sering kendalanya ada BI Cheking (Sistem Layanan Informasi Keuangan).

"Target saya kan kalau bisa setiap tahun ada 500 supaya pertumbuhan ekonomi juga bagus. Tapi kan bank juga takut, nanti bank juga dapat sanksi dari Bank Indonesia (jika tidak mengikuti prosedur-red)" jelasnya saat ditemui di Sekambing, Senin 30 Maret 2025.

Padahal, menurut politisi Golkar itu, bahwa program ini sangat bisa membantu dan memudahkan masyarakat. Sebab bunganya tidak ada.

"Tapi kalau gak lolos BI Cheking juga, Bank enggak mau rugi nanti hilang jejak," tukasnya.

Dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggunjawaban Pemerintah Tahun Anggaran 2025, realisasi nilai Kredit Bontang Kreatif untuk 117 UMKM adalah Rp1,568 Miliar. Sangat jauh dari nilai yang disiapkan Rp12 Miliar. (adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025