BONTANG — Rencana pembangunan lapangan mini soccer di setiap kelurahan di Kota Bontang dipastikan tetap lanjut.
Tapi, Kepala Dinas PUPR Bontang, Much. Cholis Edy Prabowo, menyampaikan pihaknya tak lagi terlibat di tahap lanjutan pembangunan tersebut.
Katanya Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Bontang akan mengambil alih.
Bowo—sapaannya—juga mengaku belum tau besaran anggaran yang akan digelontor untuk proyek berikutnya.
Program pembangunan lapangan mini soccer ini sebenarnya bagian dari janji politik Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris.
Waktu kampanye, mereka menarget pembangunan fasilitas olahraga tersebut di semua kelurahan.
Dari 15 kelurahan, saat ini baru satu lokasi yang terealisasi, di Kelurahan Satimpo atau kawasan Hop 1, Kecamatan Bontang Selatan.
Pembangunan awal di Satimpo sebelumnya dilaksanakan oleh PUPR Bontang dengan anggaran mencapai Rp10,9 miliar.
Menurut Bowo, keterlibatan PUPR saat itu karena pembangunan dalam satu kawasan terpadu.
“Kenapa waktu itu PUPR yang bangun, karena di kawasan itu juga ada pembangunan RKM (Rumah Kreasi Milenial), Baznas, dan gedung PKK. Jadi sekalian lapangan juga dibangun,” ucapnya kepada katakaltim, Senin 16 Maret 2026 lalu.
Untuk pembangunan selanjutnya, Bowo enggan berkomentar. Pun demikian, perencanaan di setiap wilayah akan beda-beda. Tergantung kesiapan lahan dan aspek tata ruang.
Berdasarkan informasi yang ia ketahui, di tahun ini ada dua kelurahan yang sudah punya lahan, Tanjung Laut dan Berbas Pantai.
Namun khusus Berbas Pantai, pembangunan dipastikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Sebab lokasi tersebut masih terkendala regulasi atau aturan tata ruang. Kawasan itu merupakan hasil reklamasi dan masih mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) lama.
“Karena itu kan reklamasi. Dulunya laut dan masih RTRW lama. Jadi kayaknya kita tunda. Karena kita tidak bisa mengeluarkan KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) untuk lapangan," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan pembangunan lapangan mini soccer untuk 15 kelurahan harus melihat kemampuan keuangan.
“Kita rencana. Tapi kan tentu harus melihat kemampuan keuangan daerah,” ucap Agus Haris saat dikonfirmasi, Kamis 5 Maret 2026.
Politisi Gerindra itu bilang pembangunan bukan saja lapangan mini soccer. Tapi banyak juga fasilitas olahraga lainnya.
“Kan ini bukan hanya mini soccer yang kita rencanakan. Kita mau fasilitas olahraga, kita mau bangun ini, bangun ini, bangun ini. Itu kan program jangka panjang,” tukasnya.
Kata dia, tidak mungkin juga kepala daerah mau abaikan pelayanan wajib seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya. “Kita punya mekanisme, tahu juga kita mana urusan wajib,“ tuturnya.
Ditanyai kepastian pembangunan 15 lapangan mini soccer sesuai janji dia bersama Neni Moerniaeni, Agus Haris mengatakan kalau uang cukup akan dibangun.
Jangan sampai bangun mini soccer tapi ada kebutuhan prioritas lainnya seperti infrastruktur. Kalau dibangun, nanti warga marah lagi.
“Ini kami rencana kalau ada uang kita bangun. Jadi itu (lapangan mini soccer) sebuah mimpi ya. Nanti kita lihat dari tahun ke tahun, mana uang kita cukup membangun itu, mana yang belum. Yaa tentu kami akan cicil. Kalau masyarakat menagih enggak apa-apa. Itu wajar,” tuturnya.
Sebelumnya, pasangan calon kepala daerah Bontang Neni Moerniaeni—Agus Haris punya niat besar menumbuhkan olahraga.
Tertuang dalam niat mereka, salah satunya menyiapkan lapangan Mini Soccer untuk tiap kelurahan di Bontang.
Calon Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris waktu itu mengaku jika dia terpilih dengan Neni, akan bangun 15 lapangan Mini Soccer.
“Insyaallah, kita niatkan untuk mengembangkan olahraga. Nahh salah satunya itu pembangunan Mini Soccer di setiap kelurahan,” ucap Agus Haris kepada katakaltim, di Bontang Utara, Rabu 23 Oktober 2024 malam, setelah dia kampanye.
Agus Haris menyampaikan dengan hadirnya lapangan Mini Soccer, tentu saja bisa membantu anak muda memunculkan dan mengembangkan skill mereka. Plus menambah keahliannya dalam dunia olahraga khususnya sepak bola.
Adanya Mini Soccer, masih kata Agus Haris, tentu saja bisa mengisi waktu pemuda supaya lebih produktif, sehat, dan saling menumbuhkan silaturahmi lebih kuat. “Ini untuk mengasah skill anak-anak muda kita. Kita juga mau olahraga makin tumbuh dan anak-anak kita lebih produktif lagi,” imbuhnya. (Caca)














