Payload Logo
Kubar

Proyek semenisasi jalan Tering-Long Iram milik Dinas PUPR Kubar TA 2025, kini kondisinya rusak. (Dok: Katakaltim/Jantro)

Baru Hitungan Bulan, Proyek Semenisasi Tering–Long Iram Rp4,9 Miliar Mulai Terkelupas

Penulis: Jantro | Editor: Agung
19 Agustus 2026

KUBAR — Sejumlah warga Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), mengeluhkan kondisi proyek semenisasi jalan Tering—Long Iram.

Pasalnya, jalan yang baru rampung dibangun akhir tahun 2025 itu kini rusak. Sejumlah permukaan beton sudah terkelupas.

Proyek itu menelan anggaran Rp4,9 miliar. Bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kubar TA 2025.

Alfino, salah seorang warga setempat, mengaku sangat kesal terkait kualitas pekerjaan proyek semenisasi tersebut.

Katanya, badan jalan yang baru dibangun sudah dipenuhi lubang-lubang kecil. Kedalamannya bervariasi, mulai 0,5 centimeter hingga 1 centimeter.

"Harusnya jalan ini mulus. Karena tidak ada truk yang over tonase melintasi jalan. Kami sangat kecewa dengan hasil proyek ini," ungkap Alfino, Rabu 19 Agustus 2026.

Dia menduga proyek dikerjakan asal-asalan oleh kontraktor. Selain itu, minimnya pengawasan dari dinas terkait menjadi penyebab buruknya kualitas jalan.

"Kalau diawas dengan maksimal, pasti pekerjaan bagus. Kita nggak tau juga Dinas PUPR sengaja melakukan pembiaran. Ya begini hasilnya, ini dugaan ya," terangnya.

Alfino menambahkan, jalan semenisasi yang harusnya mulus dan nyaman dilintasi, namun justru membuat berguncang saat dilalui pakai motor.

"Kalau belum berumur satu tahun harusnya mulus. Tahun depan lihat saja, kerusakan jalan ini akan semakin parah. Kita masyarakat harus banyak bersabar saja," ketusnya.

Korlius, warga Tering mengatakan, proyek tersebut rampung dikerjakan akhir Desember 2025. Namun, baru beberapa bulan digunakan, permukaan jalan semenisasi mulai rusak.

"Baru beberapa bulan rampung dikerjakan, proyek itu sudah rusak. Kami sangat kecewa dengan hasil pekerjaan Dinas PUPR Kubar," terangnya.

Korlius meminta Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut proyek. Hal itu guna memastikan tidak ada penyimpangan dan persekongkolan dalam pelaksanaannya.

"Kami meminta APH melakukan pemeriksaan terhadap proyek, supaya penyebab kerusakan dapat diketahui secara jelas. Heran juga kita, baru dikerjakan dengan anggaran miliaran, proyek langsung rusak," pintanya.

Terkait proyek tersebut, Kabid Bina Marga (BM) Dinas PUPR Kabupaten Kubar, Michael Hermawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon hingga kini belum memberi respons. (Jantro)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025