BONTANG – Kecamatan Bontang Utara tampil sebagai “raja investasi” pada Triwulan I 2026. Wilayah ini mencatatkan diri sebagai penyumbang terbesar realisasi investasi di Kota Bontang, mengungguli kawasan lainnya.
Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, mengungkapkan bahwa dominasi tersebut tidak lepas dari kuatnya sektor industri di wilayah tersebut.
Menurutnya, industri kimia dan farmasi menjadi motor utama yang mendorong tingginya nilai investasi sejak awal tahun.
“Bontang Utara masih menjadi pusat pertumbuhan investasi kita. Sektor industri kimia dan farmasi memberikan kontribusi paling besar dalam realisasi Triwulan I 2026,” jelas Aspiannur.
Keberadaan kawasan industri yang terintegrasi, ditambah dukungan infrastruktur dan kemudahan perizinan, disebut menjadi faktor utama yang menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Bontang Utara.
Selain itu, tren positif ini juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Bontang yang semakin kondusif.
Pemerintah daerah terus berupaya menjaga momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas layanan perizinan serta membuka peluang investasi di sektor potensial lainnya.
Dengan capaian ini, Bontang Utara diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung investasi daerah sepanjang tahun 2026.
“Sekaligus memperkuat posisi Bontang sebagai salah satu kota industri strategis di Kalimantan Timur,” tandasnya. (Adv)













