BONTANG — Realisasi investasi di Kota Bontang sepanjang 2025 semakin mantap. Lampaui target.
Berdasarkan rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui portal Satu Data, total investasi mencapai Rp3.080.775.539.230.
Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2,5 triliun atau mencapai 123,23 persen.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur (dok: Agung/katakaltim)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspiannur mengatakan realisasi investasi tahun 2025 naik 10 persen lebih.
“Realisasi investasi tahun ini naik jadi 13,66 persen dibanding tahun 2024 kemarin,” ucap Aspiannur kepada katakaltim, Kamis 26 Maret 2026.
Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi. Nilainya Rp3,02 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp54,1 miliar.
“Di triwulan IV 2025 saja, realisasi investasi kita itu capai Rp1,18 triliun. Komposisinya didominasi PMDN. Kalau PMA sekitar Rp606 juta,” paparnya.
Dominasi Sektor Industri Kimia
Aspiannur menambahkan, kontribusi terbesar investasi PMDN berasal dari sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi. Mencapai Rp1,01 triliun atau 85,96 persen.
Disusul sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp61,33 miliar (5,18 persen), industri logam dasar Rp37,43 miliar (3,16 persen), usaha jasa lainnya Rp27,52 miliar (2,32 persen), serta hotel dan restoran Rp13,22 miliar (1,12 persen).
Sementara itu, investasi PMA di triwulan IV didominasi dua sektor utama: hotel dan restoran serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.
“Masing-masing itu berkontribusi signifikan,” tukasnya.
Secara geografis, sebaran investasi masih terpusat di kawasan Kecamatan Bontang bagian utara. Sebesar Rp1,17 triliun atau 98,94 persen dari total investasi di Bontang.
Sementara itu, Bontang Barat mencatat Rp9,36 miliar (0,79 persen), dan Bontang Selatan Rp3,2 miliar (0,27 persen).
“Bontang Utara yang tinggi memang,” katanya.
Lebih jauh, Aspiannur menerangkan realisasi investasi tersebut berasal dari 323 proyek yang dijalankan oleh 81 pelaku usaha non-UMK.
Hingga triwulan IV 2025, ada 207 pelaku usaha non-UMK aktif melaksanakan proyek di Bontang.
Tingkat kepatuhan Laporan
Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada triwulan IV mencapai 39,13 persen.
Angka ini dihitung berdasarkan rata-rata pelaku usaha non-UMK yang melaporkan LKPM ketimbang jumlah pelaku usaha yang menjalankan proyek setiap triwulan.
Katanya, capaian ini menunjukkan iklim investasi di Bontang semakin kondusif.
“Dan potensi pertumbuhan ekonomi kita terus menguat, terutama dari sektor industri dan jasa,” pungkasnya. (Agung)












