Payload Logo
Kutim

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman (Dok: katakaltim)

Bupati Kutim Menilai Pembukaan Underpass Inul Makin Membuka Akses Ekonomi Bengalon

Penulis: Cac | Editor: Hilman
23 Oktober 2026

KUTIM – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menilai beroperasinya Underpass Inul di ruas Jalan Sangatta–Simpang Perdau menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Bengalon dan wilayah sekitarnya.

Ardiansyah mengatakan keberadaan infrastruktur tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak terhadap efisiensi distribusi barang dan jasa.

“Infrastruktur strategis ini dibangun melalui kolaborasi Pemkab Kutai Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Regional Kaltim, dan PT Kaltim Prima Coal (KPC),” ujar Ardiansyah di Sangatta, Minggu.

Menurutnya, pemisahan jalur kendaraan masyarakat dengan jalur angkutan tambang melalui Underpass Inul akan membuat waktu tempuh lebih singkat dan pergerakan kendaraan lebih lancar.

Kondisi tersebut dinilai dapat menekan biaya logistik sekaligus membuka akses masyarakat menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi.

“Underpass Inul bukan hanya jalan bawah tanah, tetapi menjadi jalur menuju kesejahteraan yang lebih merata melalui kelancaran aktivitas ekonomi dan lainnya,” kata Ardiansyah saat meresmikan Underpass Inul, Jumat (23/10/2026).

Selama ini, ruas Sangatta–Simpang Perdau kerap mengalami perlambatan arus kendaraan. Kondisi tersebut berdampak terhadap distribusi barang dan jasa, termasuk hasil produksi pertanian serta kebutuhan pokok masyarakat.

Dengan adanya pemisahan jalur, pergerakan masyarakat dan kendaraan pengangkut barang diharapkan menjadi lebih lancar dan aman.

Efisiensi tersebut juga berpotensi menekan biaya distribusi dan berdampak terhadap harga kebutuhan masyarakat di kawasan Bengalon.

Selain itu, konektivitas yang semakin baik dinilai dapat memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah serta membuka peluang investasi baru di kawasan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPJN Regional Kaltim, Akmizal, mengatakan pembangunan Underpass Inul menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan pelaku usaha.

Ia menjelaskan, skema Kerja Sama Pelaku Usaha (KSPU) dalam pembangunan infrastruktur tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Infrastruktur yang terhubung dengan baik akan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ketika biaya perjalanan turun, produktivitas naik, dan peluang terbuka, dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelas Akmizal.

Dengan beroperasinya Underpass Inul, pemerintah berharap konektivitas transportasi di wilayah Bengalon dan sekitarnya semakin baik sehingga dapat memperkuat aktivitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan. (Adv)

Dilihat 693 kali