Bontang – Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Kota Bontang mulai diarahkan agar memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya berhenti pada pembangunan fasilitas fisik, CSR diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan perusahaan memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui program CSR yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tetap memiliki manfaat bagi masyarakat, namun pemberdayaan ekonomi juga perlu mendapat perhatian agar masyarakat mampu tumbuh dan mandiri.
“CSR jangan hanya dilihat dari pembangunan fisik saja. Ada peluang besar untuk diarahkan pada pembinaan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga mendukung hadirnya inkubator bisnis,” ujar Karel.
Ia menjelaskan, dukungan perusahaan melalui CSR dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, hingga memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi perkembangan ekonomi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM, DPMPTSP Bontang berharap CSR dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.
“Harapannya UMKM di Bontang tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan menjadi bagian dari rantai ekonomi yang lebih besar,” tambahnya.
Dengan pendekatan tersebut, CSR perusahaan di Kota Bontang diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan, tetapi juga melahirkan kemandirian ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.(Adv)














