Payload Logo
Program TJSL PT KKT

Kebersamaan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) dan warga Kariangau dalam program KRPL “Cabe Ceria” sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.(dok : PT KKT)

Dari Lahan Terbatas Jadi Sumber Rezeki, KKT Sulap KRPL Cabe Ceria Jadi Motor Ketahanan Pangan Warga

Penulis: Han | Editor:
29 April 2026

Balikpapan — Di tengah keterbatasan lahan, semangat warga RT 12 Kelurahan Kariangau justru tumbuh subur. Bersama PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), mereka mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) “Cabe Ceria” menjadi sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT KKT memberikan dukungan nyata bagi kelompok tani yang kini beranggotakan 19 orang tersebut. Lahan seluas 50 x 63 meter yang sebelumnya sederhana, kini tertata rapi dengan berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, terong, hingga kemangi.

Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Melalui TJSL, kami ingin memastikan masyarakat sekitar bisa berkembang bersama. Kami melihat potensi besar dari semangat warga di Kariangau, sehingga kami hadir untuk memperkuat agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Enriany, Selasa (28/4/2026).

Dalam implementasinya, PT KKT menyalurkan 150 bibit tanaman hortikultura, 45 karung pupuk organik, serta dukungan sarana penunjang seperti tandon air berkapasitas 1.200 liter, mesin pompa, dan paranet untuk melindungi tanaman.

Ketua RT 12 Kariangau, Jarnoto, mengaku bantuan tersebut memberikan dampak signifikan bagi produktivitas warga.

“Dukungan ini sangat membantu kami. Selain meningkatkan hasil tanam, juga menambah semangat warga untuk terus mengembangkan lahan yang ada,” kata Jarnoto.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Cabe Ceria, Sri Hartati, berharap adanya pendampingan berkelanjutan agar kelompok tani bisa naik kelas.

“Kami ingin tidak hanya cukup untuk konsumsi sendiri, tapi juga bisa memperluas pemasaran sehingga menambah penghasilan warga,” ujarnya.

Saat ini, hasil panen dari KRPL Cabe Ceria mulai dipasarkan ke luar wilayah, tidak lagi sekadar untuk konsumsi internal. Hal ini menjadi bukti bahwa program berbasis kebutuhan masyarakat mampu mendorong kemandirian ekonomi secara bertahap.

Inisiatif ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dapat menjadi solusi konkret dalam memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tengah keterbatasan lahan.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025