Nunukan — Perjalanan usaha kecil milik Rica Fatmawati kini menembus batas negara. Melalui brand Regan Coklat, pelaku UMKM asal Nunukan ini sukses tampil di ajang internasional Sabah International Food Expo 2026 yang digelar pada 24–26 April 2026 di Sabah International Convention Centre.
Keikutsertaan Rica tidak lepas dari pendampingan PT PLN (Persero) melalui program Rumah BUMN Nunukan. Bersama UMKM lain seperti Alya Cooking dan Cahaya Madinah, produk olahan cokelat khas Nunukan berhasil mencuri perhatian pengunjung internasional.
“Ini kali kedua saya mengikuti SIFEX, dan setiap kesempatan selalu membuka wawasan baru. Kami bisa melihat langsung minat pasar internasional dan mendapatkan masukan untuk pengembangan produk. Dukungan PLN melalui Rumah BUMN sangat membantu kami untuk terus berkembang dan lebih percaya diri,” ujar Rica Fatmawati.
Selama tiga hari pameran, produk yang dibawa mencatatkan penjualan lebih dari Rp12 juta. Capaian ini menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap produk lokal.
Tak hanya itu, usaha Regan Coklat kini mampu menghasilkan omzet kotor sekitar Rp12,5 juta per bulan, dengan laba bersih mencapai Rp5,34 juta. Bagi Rica, kesuksesan ini memiliki makna lebih dalam.
“Dari usaha ini, saya bisa membantu keluarga, bahkan membiayai orang tua untuk berangkat umroh. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkembang,” ungkapnya.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata potensi UMKM lokal.
“Kami melihat bagaimana UMKM binaan dapat berkembang dari skala lokal hingga mampu tampil di panggung internasional. Ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, produk lokal memiliki daya saing global,” ujarnya.
Ia menambahkan, PLN terus berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM melalui program pembinaan yang berkelanjutan.
“Melalui Rumah BUMN, kami memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, hingga akses pasar. Harapannya, UMKM dapat naik kelas dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambah Chaliq.
Kisah Rica menjadi bukti bahwa usaha rumahan pun dapat menembus pasar internasional. Dengan dukungan yang tepat, UMKM lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di kancah global.(adv)

.jpg&w=3840&q=75)




-300x225.jpg&w=3840&q=75)








