Payload Logo
Pasar Sepinggan

Pasar Sepinggan Balikpapan yang terbakar (dok: Han/katakaltim)

Dewan Balikpapan Dukung Penggunaan BTT Bantu Korban Kebakaran Pasar Sepinggan

Penulis: Han | Editor: Agung
4 Agustus 2026

BALIKPAPAN — Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mendukung rencana Pemerintah Balikpapan pakai Belanja Tidak Terduga (BTT) membantu pedagang yang terdampak kebakaran di Pasar Sepinggan.

Menurut Fauzi, penggunaan BTT merupakan langkah tepa. Sebab dana tersebut memang disiapkan untuk penanganan keadaan darurat, termasuk bencana nonalam seperti kebakaran.

"Kalau memang membutuhkan anggaran yang cepat, memang menggunakan BTT. Saya rasa tidak ada masalah karena salah satu fungsi BTT selain untuk bencana alam juga bisa digunakan untuk penanganan kebakaran," ucapnya, Senin (3/8/2026).

Ia menyebut, Pemerintah Balikpapan masih memiliki alokasi BTT pada APBD 2026 yang nilainya sekitar Rp11 miliar. Itu bisa dimanfaatkan untuk percepatan penanganan dampak kebakaran.

Di sisi lain, Fauzi menyoroti persoalan banyaknya kios di Pasar Sepinggan yang tidak lagi aktif ditempati pedagang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari sekitar 250 kios yang terdampak kebakaran, hanya sebagian kecil yang masih aktif digunakan untuk berjualan.

Menurutnya, kondisi tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian Komisi II DPRD. Bahkan, beberapa waktu lalu pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Sepinggan dan meminta Dinas Perdagangan memperbarui data jumlah kios aktif maupun yang sudah tidak beroperasi.

"Data itu penting karena berkaitan dengan pemeliharaan pasar maupun penerimaan retribusi. Kami sedang meminta data terbaru mengenai kios yang benar-benar aktif dan yang sudah tidak aktif," katanya.

Fauzi menilai kios yang tidak lagi dimanfaatkan pemiliknya sebaiknya dievaluasi. Apabila hanya disewakan tanpa digunakan untuk berdagang, pemerintah perlu mempertimbangkan agar kios tersebut dialihkan kepada pedagang lain yang benar-benar membutuhkan.

"Kalau memang sudah tidak mau berjualan dan hanya disewakan, lebih baik diserahkan kembali agar bisa diberikan kepada pedagang lain yang benar-benar ingin berusaha. Jangan sampai aset pasar menjadi mubazir," tegasnya.

Selain penanganan jangka pendek, Komisi II DPRD juga kembali mendorong Pemerintah Kota Balikpapan melakukan revitalisasi Pasar Sepinggan.

Menurut Fauzi, selama ini perbaikan yang dilakukan hanya sebatas pemeliharaan rutin, sementara kondisi pasar sudah membutuhkan penataan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan revitalisasi diperlukan agar tata letak pasar menjadi lebih baik, termasuk pemisahan zona pedagang basah dan pedagang kering sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung maupun pedagang.

"Sebenarnya Pasar Sepinggan sudah waktunya direvitalisasi. Kami sudah beberapa kali menyampaikan kepada pemerintah kota agar revitalisasi segera dilakukan. Namun memang terkendala keterbatasan anggaran," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan memastikan sekitar 250 kios di Pasar Sepinggan terdampak kebakaran dari total 853 kios yang ada di pasar tersebut. Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang dihimpun hingga saat ini.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan jumlah kios yang terbakar masih mengacu pada hasil pendataan terbaru yang dilakukan pihaknya.

"Dari total 853 petak, yang terbakar sekitar 250 petak berdasarkan data yang masuk," ujarnya Minggu (2/7/2026).

Dari sekitar 250 kios yang terdampak, Disdag mencatat hanya sekitar 80 pedagang yang masih aktif berjualan sebelum kebakaran terjadi.

Pedagang aktif tersebut akan menjadi prioritas dalam penempatan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang segera dibangun Pemerintah Kota Balikpapan.

"Dari sekitar 250 petak itu, yang masih melakukan aktivitas berjualan ada sekitar 80 pedagang. Mereka yang akan kami prioritaskan," jelasnya.

Menurut Haemusri, kebijakan tersebut telah disepakati bersama antara Dinas Perdagangan, pengurus pedagang, dan perwakilan pedagang. Pemerintah juga mengharapkan dukungan seluruh pedagang dan masyarakat agar proses pembangunan TPS dapat berjalan sesuai rencana.

"Tadi Pak Wali sudah menyampaikan akan dibangun TPS di lokasi ini. Kami meminta pedagang dan masyarakat sekitar bekerja sama agar proses percepatan pembangunan TPS dapat terlaksana dengan baik," katanya.

Sementara itu, terkait rencana revitalisasi Pasar Sepinggan, Haemusri menyebut pelaksanaannya masih menunggu kebijakan pemerintah karena bergantung pada ketersediaan anggaran.

Saat ini, pemerintah memfokuskan penanganan pada pemulihan aktivitas perdagangan melalui pembangunan TPS.

"Revitalisasi masih menunggu kebijakan pemerintah karena sangat bergantung pada pembiayaan. Saat ini fokus kami adalah pembangunan TPS terlebih dahulu," ucapnya.

Disdag memperkirakan proses pembersihan puing kebakaran dan penataan lahan akan berlangsung sekitar satu bulan. Setelah tahap tersebut selesai, pembangunan TPS akan segera dilaksanakan.

"Dalam satu bulan ini kami fokus melakukan pembersihan dan penataan lahan. Setelah itu baru masuk tahap pembangunan TPS," ungkapnya.

Terkait pendanaan pembangunan TPS, Haemusri mengatakan terdapat sejumlah alternatif yang sedang dipertimbangkan, mulai dari pemanfaatan BTT, pergeseran anggaran, hingga anggaran perubahan.

Namun, keputusan akhir mengenai sumber pembiayaan tetap menjadi kewenangan Wali Kota Balikpapan.

"Kami sudah menyampaikan beberapa alternatif pembiayaan kepada Pak Wali, baik melalui BTT, pergeseran anggaran, maupun anggaran perubahan. Keputusan akhirnya menjadi kewenangan Pak Wali,"tandasnya.

Musibah kebakaran yang melanda Pasar Sepinggan tidak hanya menghanguskan lapak para pedagang, tetapi juga menyisakan kisah pilu bagi mereka yang kehilangan mata pencaharian.

Salah satunya dialami Lisa, pedagang ikan yang mengaku kehilangan dagangan senilai sekitar Rp10 juta akibat dijarah saat situasi kebakaran.

Lisa menuturkan, sehari sebelum kebakaran ia baru saja membeli stok ikan senilai Rp10 juta untuk dijual esok harinya. Namun, saat api berkobar, kepanikan membuatnya berlari menyelamatkan diri.

"Saya belanja hari Kamis sekitar Rp10 juta untuk dijual hari Jumat. Waktu kebakaran saya panik sampai gemetaran dan lari keluar. Pas saya kembali, ikan saya sudah habis diambil orang," ujarnya.

Ia menjelaskan, lapak miliknya sebenarnya tidak mengalami kerusakan parah karena dinding kios terbuat dari seng tebal sehingga api tidak sepenuhnya masuk ke dalam.

Pun demikian, seluruh stok ikan yang baru dibelinya justru hilang diduga akibat penjarahan saat kondisi pasar kacau.

Lisa mengaku tidak menyangka masih ada pihak yang memanfaatkan musibah tersebut untuk mengambil barang dagangan para pedagang.

"Saya tidak habis pikir. Kami sedang kena musibah seperti ini, malah masih ada yang sempat menjarah barang-barang saya. Padahal modal itu saya kumpulkan dengan susah payah untuk usaha," katanya.

Meski mengalami kerugian besar, Lisa menilai masih ada pedagang lain yang terdampak lebih parah.

Menurutnya, sejumlah kios terbakar habis sehingga seluruh barang dagangan maupun peralatan usaha tidak sempat diselamatkan.

"Kalau dibandingkan yang lain, saya masih tidak terlalu terdampak. Banyak yang lebih besar kerugiannya karena semua barang dagangannya habis terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan," ungkapnya.

Lisa mengatakan, usahanya menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya. Selain dirinya, dua anaknya juga berjualan di Pasar Sepinggan dengan modal usaha yang berasal darinya.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Balikpapan segera membantu, termasuk membangun kembali lapak pedagang agar aktivitas perdagangan dapat segera pulih.

"Kami berharap pemerintah segera membantu membangun kembali tempat jualan kami. Kami sudah tidak punya sumber penghasilan lain selain berjualan di pasar ini. Hidup keluarga kami bergantung dari hasil jualan di sini. Kalau tidak bisa berjualan lagi, bagaimana nasib kami ke depan dan anak-anak kami mau makan apa," pungkasnya. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025