Payload Logo
Borneo Kaltim

Ketua Borneo Kaltim, Dede Hermawan (dok: Agu/katakaltim)

Di Tengah Kekayaan Banua Etam, Borneo Kaltim Soroti Nasib Rakyat

Penulis: Agu | Editor:
3 November 2026

KALTIM — Ketua Borneo Kaltim, Dede Hermawan, soroti pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dinilai masih perlu menjadi perhatian.

Menurut Dede, Kaltim merupakan daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) cukup besar dan memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional.

Terlebih, saat ini Kaltim menjadi bagian penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, besarnya potensi ekonomi tersebut, kata dia, harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Ia mengatakan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari kesejahteraan petani dan nelayan, kepastian bagi pekerja, hingga pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman.

"Jangan sampai Kalimantan Timur hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi kita lupa melihat bagaimana kehidupan masyarakat yang tinggal di atas tanah yang begitu kaya ini. Jangan sampai pembangunan semakin megah, tetapi suara rakyat kecil semakin tidak terdengar," tegas Dede, Selasa 3 November 2026.

Dede menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya dapat dilihat dari besarnya proyek maupun angka statistik.

Pembangunan, sambung dia, harus memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Hal tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lapangan pekerjaan, hingga perlindungan terhadap lingkungan.

Selain pembangunan, Dede juga meminta agar berbagai persoalan publik di Kaltim mendapat pengawasan.

Ia meminta persoalan lingkungan, tata kelola sumber daya alam, pelayanan publik, hingga dugaan penyimpangan kewenangan perlu ditangani secara transparan dan sesuai ketentuan hukum.

Persoalan yang muncul di tengah masyarakat, kata dia, tidak seharusnya berhenti hanya karena perhatian publik mulai berkurang.

"Masyarakat punya hak untuk mengetahui bagaimana kekayaan daerah dikelola, bagaimana kebijakan dijalankan, dan bagaimana kepentingan rakyat dilindungi," tuturnya.

Dede juga mengingatkan bahwa jabatan dan kewenangan yang dimiliki pemerintah merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"Jabatan adalah amanah, kekuasaan adalah tanggung jawab, dan kekayaan alam adalah titipan untuk generasi mendatang. Jangan sampai kita mewariskan gedung-gedung megah kepada anak cucu, tetapi meninggalkan persoalan lingkungan, ketimpangan, dan ketidakadilan," ungkapnya.

Melalui Borneo Kaltim, Dede mengajak pemerintah, masyarakat, lembaga pengawasan, serta aparat penegak hukum untuk bersama-sama mengawal pembangunan di Kaltim.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah dan kebijakan publik merupakan bagian dari pengawasan masyarakat agar pembangunan tetap berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

"Kami tidak ingin Kalimantan Timur hanya menjadi kebanggaan karena kekayaan alamnya. Kami ingin Kalimantan Timur menjadi kebanggaan karena rakyatnya hidup sejahtera, keadilan dapat dirasakan, dan pembangunan benar-benar hadir hingga ke pelosok,” pungkasnya. (Agu)

Dilihat 702 kali