PENAJAM — Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran yang ramah anak dan mampu mengakomodasi kebutuhan setiap peserta didik.
Salah satunya melalui bimbingan teknis (Bimtek) pembelajaran inklusi yang harus diikuti peserta didik dari seluruh wilayah di PPU. Baik dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan dasar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikpora PPU, Muhtar, menyampaikan bahwa, penyelenggaraan bimtek itu penting ditujukan untuk memperkuat pemahaman tenaga pendidik mengenai pendidikan inklusif, terutama dalam menghadapi keragaman karakteristik dan kebutuhan belajar siswa.
“Pendidikan inklusif itu terkait setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, jadi tidak ada pembeda, tidak dibeda-bedakan,” kata Muhtar, Sabtu (9/10/2026).
Dalam penerapannya, sekolah perlu memperhatikan perbedaan kemampuan, latar belakang, serta kebutuhan peserta didik agar proses belajar dapat berlangsung secara aman dan nyaman.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan kompetensi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di lingkungan sekolah masing-masing.
Muhtar menilai penguatan kapasitas tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan belajar yang dapat menerima keberagaman siswa.
Guru dan tenaga kependidikan perlu memiliki pemahaman yang memadai agar mampu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kondisi peserta didik.
“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang memberikan kesempatan kepada semua anak untuk bersekolah, tetapi juga memastikan setiap peserta didik mendapatkan layanan pembelajaran sesuai kebutuhan dan kemampuannya,” ujar Muhtar.
Menurutnya, pembelajaran yang ramah anak juga perlu didukung lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan tidak membeda-bedakan siswa.
Dengan pendekatan yang tepat, setiap anak diharapkan dapat berpartisipasi dalam kegiatan belajar serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Guru dan tenaga kependidikan perlu memahami bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pendekatan pembelajaran harus disesuaikan agar seluruh siswa dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik,” terangnya.
Keterlibatan peserta dari berbagai jenjang pendidikan diharapkan memperluas penerapan prinsip inklusif, mulai dari PAUD hingga pendidikan dasar.
Penguatan kompetensi tersebut juga dapat menjadi bekal bagi tenaga pendidik untuk mengenali kebutuhan belajar siswa dan menentukan pendekatan yang sesuai.
Disdikpora PPU berharap pengetahuan yang diperoleh selama bimtek tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diterapkan dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Penerapan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang memberikan ruang bagi seluruh anak untuk berkembang.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan di sekolah masing-masing sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, ramah, dan menyenangkan bagi semua peserta didik,” tutupnya.
Melalui penguatan pendidikan inklusif, Disdikpora PPU berupaya mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dengan beragam latar belakang dan kebutuhan. (Adv)













