Payload Logo
Bontang

Analis Kebijakan Ahli Madya, Karel. (dok: katakaltim)

DPMPTSP Bontang Tekankan Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat Lokal

Penulis: irw | Editor: Agung
25 Mei 2026

BONTANG – DPMPTSP Kota Bontang terus memperkuat strategi investasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai modal masuk, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat lokal.

Analis Kebijakan Ahli Madya, Karel, mengatakan pemerintah daerah saat ini mulai mengarahkan investasi agar mampu membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta menjaga stabilitas sosial di daerah.

Menurutnya, investor memang membutuhkan kemudahan dalam berusaha, namun pemerintah juga harus memastikan manfaat investasi dapat dirasakan masyarakat sekitar.

“Investor datang karena merasa aman dan untung. Tapi masyarakat juga harus mendapatkan manfaat seperti pekerjaan, peluang usaha, dan lingkungan yang tetap terjaga,” ujarnya.

Karel menjelaskan, salah satu strategi yang dapat diterapkan pemerintah ialah memberikan insentif bersyarat kepada perusahaan. Misalnya dengan mewajibkan investor menyerap tenaga kerja lokal hingga menjalin kemitraan dengan UMKM daerah.

Ia menilai, langkah tersebut penting agar perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di perusahaan besar, tetapi juga dirasakan pelaku usaha kecil.

“Kalau UMKM dilibatkan dalam rantai pasok perusahaan, maka manfaat investasi akan lebih luas,” katanya.

Selain itu, Karel juga menyoroti pentingnya program CSR yang tepat sasaran. Menurutnya, CSR sebaiknya tidak hanya bersifat seremonial atau sekadar bantuan jangka pendek, melainkan diarahkan pada program berkelanjutan seperti pelatihan kerja, pendidikan vokasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

“CSR harus bisa meningkatkan kualitas masyarakat dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sejak awal juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas investasi. Pemerintah bersama investor perlu membuka ruang konsultasi publik agar masyarakat mengetahui dampak ekonomi maupun lingkungan dari proyek yang dijalankan.

“Dengan komunikasi yang baik, potensi konflik bisa ditekan,” tambahnya.

Karel menilai, investasi yang sehat adalah investasi yang mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kepentingan masyarakat lokal.

“Tujuan akhirnya bukan hanya mengejar angka investasi, tetapi bagaimana kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” pungkasnya.(Adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025