BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang terus mendorong penyempurnaan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar nantinya dapat menjadi regulasi yang tepat dan sesuai kebutuhan daerah.
Anggota DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, menyampaikan bahwa dalam proses pembahasan, pihaknya perlu memastikan seluruh bahan dan data pendukung telah lengkap sebelum memasuki pembahasan teknis bersama tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Menurut Bonnie, kelengkapan dokumen menjadi bagian penting agar pembahasan dapat berjalan efektif dan menghasilkan aturan yang benar-benar sesuai dengan kondisi Kota Bontang.
“Ini perlu kita lengkapi dulu sesuai arahan ketua. Walaupun nanti ada pembahasan teknis bersama tim ITS, kita harus sudah memiliki bahan dan data kegiatan yang akan dibahas,” ujar Bonnie dalam rapat pembahasan, Senin (29/6/2026).
Dalam pembahasan tersebut, Bonnie juga menyoroti adanya perbedaan pada ketentuan skala peta antara pasal dalam rancangan perda dengan lampiran dokumen. Ia meminta agar perbedaan tersebut segera diselaraskan agar tidak menimbulkan kendala dalam penerapan RTRW nantinya.
Ia menjelaskan, dalam salah satu pasal tercantum skala 1 banding 25 ribu, sementara pada bagian lampiran terdapat skala berbeda. Menurutnya, hal tersebut perlu diperjelas karena berkaitan dengan akurasi perencanaan tata ruang.
“Di pasal tertulis 1 banding 25 ribu, sementara di lampiran ada 1 banding 40 ribu. Ini harus kita sinkronkan, termasuk penjelasan pada pasal-pasal terkait,” jelasnya.
Bonnie menambahkan, penyelarasan juga perlu dilakukan pada beberapa bagian dalam rancangan perda, termasuk Pasal 4, Pasal 10, dan Pasal 11, agar antara isi aturan dan penjelasan teknis memiliki kesesuaian.
DPRD Bontang berharap proses pembahasan RTRW dapat menghasilkan dokumen yang kuat dan mampu menjadi pedoman pembangunan serta pengelolaan ruang di Kota Bontang ke depan.
“Yang paling penting, semua bagian harus sinkron, mulai dari pasal, lampiran, hingga penjelasan teknisnya agar tidak ada perbedaan saat diterapkan,” tutup Bonnie.(Adv)














