Payload Logo
SD Eka Tjipta 01 Telen Kutim

Anak-anak SD Eka Tjipta 01 Telen Kutim (dok: Caca/katakaltim)

Hangat, Inklusif, dan Menyenangkan, Wajah Baru MPLS di SD Eka Tjipta 01 Telen Kutim

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agung
26 Juli 2026

KUTIM — Tawa riang anak-anak pecah sejak langkah pertama mereka memasuki gerbang SD Eka Tjipta 01 Telen, Kabupaten Kutai Timur.

Balon warna-warni bergoyang tertiup angin. Dekorasi merah putih menghiasi halaman sekolah.

Sementara senyum hangat para guru menyambut satu per satu murid baru yang datang dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

Tak ada ketegangan. Tak ada perpeloncoan. Yang hadir justru suasana akrab. Menyenangkan. Dan penuh semangat.

Selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, SD Eka Tjipta 01 Telen menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026.

Program ini menjadi gerbang awal bagi murid baru mengenal sekolah. Sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum mulai perjalanan belajar mereka.

Menariknya, kegiatan itu digelar serentak di dua lokasi: sekolah induk di Rantau Panjang dan kelas jauh di Bukit Subur.

Pun dipisahkan jarak, semangat yang dibangun tetap sama melalui tema "MPLS Ramah: Langkah Pertamaku di Sekolah Baru".

Semangat itu mengedepankan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan anak.

Kutim

Di hari-hari pertama itu, sekolah tak hanya mengenalkan ruang kelas atau menampikan bangunan sekolah.

Anak-anak justru diajak menjelajah, bermain, dan belajar bersama, melalui aneka aktivitas yang membuat mereka cepat sekali beradaptasi.

Salah satu kegiatan yang paling ditunggu-tunggu adalah Treasure Hunt atau berburu harta karun.

Berkelompok bersama teman baru, murid didampingi guru dan kakak kelas, untuk memecahkan petunjuk yang mengantarkan mereka ke berbagai sudut sekolah, mulai dari perpustakaan, ruang guru, kantin, tempat ibadah, hingga ruang kelas.

Di balik permainan sederhana itu, tersimpan proses belajar yang bermakna.

Anak-anak yang semula masih malu. perlahan mulai berani berbicara. Saling membantu menyelesaikan tantangan. Hingga akhirnya tertawa bersama ketika berhasil menemukan tujuan berikutnya.

Konsep MPLS Ramah sengaja dirancang agar hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi setiap anak.

"Kami ingin setiap anak merasa diterima sejak hari pertama. MPLS bukan lagi kegiatan yang menegangkan, tapi pengalaman yang penuh kehangatan sehingga mereka percaya diri untuk belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekolah," ucap Ketua Panitia MPLS Sekolah Induk, Elfida Rofiah.

Kutim

Menurut Elfida, pengenalan sekolah bukan saja memperlihatkan fasilitas.

Lebih dari itu, sekolah ingin menanamkan budaya positif, membangun karakter disiplin, serta mempererat hubungan antara murid dengan guru maupun teman-temannya.

Semangat serupa juga terasa di kelas jauh Bukit Subur. Di sana, Ketua Panitia MPLS, Sinarti, mengajak seluruh murid menjadikan masa pengenalan sekolah sebagai awal untuk bertumbuh bersama.

"MPLS adalah langkah awal kita untuk membangun relasi yang kokoh, saling mendukung, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Jangan ragu untuk bertanya dan berinteraksi. Selamat datang di keluarga besar SD Eka Tjipta 01 Telen," tuturnya.

Bagi Kepala SD Eka Tjipta 01 Telen, Ayu Rahmawati, bukan hanya soal mengenalkan lingkungan sekolah, tapi menanamkan mimpi ke setiap anak.

Di hadapan murid-murid baru, ia menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna.

Menurut dia, anak-anak yang tumbuh di lingkungan perkebunan kelapa sawit tak boleh merasa kecil ketimbang siapa pun.

"Jangan pernah merasa kecil karena kita belajar di lingkungan perkebunan kelapa sawit. Justru dari tempat inilah lahir anak-anak yang memiliki mimpi besar, tangguh, disiplin, dan mampu meraih prestasi. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita," pesannya.

Baginya, masa depan tidak ditentukan oleh di mana seseorang tumbuh, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar, berusaha, dan berani bermimpi.

Melalui MPLS Ramah 2026, SD Eka Tjipta 01 Telen kembali menunjukkan hari pertama sekolah tak harus diwarnai rasa takut.

Sebaliknya, langkah awal seorang anak dapat dimulai dengan senyum, permainan, persahabatan, dan keyakinan bahwa sekolah adalah rumah kedua yang siap mendampingi mereka meraih masa depan.

Dari Rantau Panjang hingga Bukit Subur, semangat itu tumbuh bersama. Sebuah langkah kecil yang diharapkan menjadi awal lahirnya generasi cerdas, berkarakter, dan siap menggapai cita-cita setinggi mungkin. (Caca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025