Balikpapan — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Balikpapan menjadi momentum penting untuk menegaskan arah pembangunan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akses, tetapi juga kualitas dan relevansi. Pemerintah Kota Balikpapan memanfaatkan momen ini untuk mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Upacara peringatan Hardiknas yang berlangsung khidmat dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE., ME., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, sekaligus menegaskan pentingnya tema tahun ini, yaitu “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Menurut Rahmad, Hardiknas bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang refleksi untuk mengevaluasi dan memperkuat komitmen terhadap dunia pendidikan.
“Momentum ini harus kita jadikan pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa yang lebih maju,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, tidak hanya berkutat pada pemerataan akses, tetapi juga peningkatan kualitas serta kesesuaian dengan kebutuhan zaman. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah merancang sejumlah kebijakan strategis, mulai dari pembangunan dan revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, hingga peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Salah satu program unggulan yang disoroti adalah pemberian beasiswa bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tenaga pendidik secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Namun demikian, Rahmad mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan semata. Ia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada tiga hal utama, yaitu mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang jelas. Tanpa itu, program sebaik apa pun tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Sekolah, menurutnya, harus menjadi ruang tumbuh yang tidak hanya mengembangkan akademik, tetapi juga karakter dan nilai-nilai sosial peserta didik.
Menutup sambutannya, Rahmad mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga dunia usaha, untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
“Pendidikan bermutu adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang unggul dan berkarakter,” pungkasnya.(ADV Diskominfo Balikpapan)














