BALIKPAPAN — Harga daging sapi segar di sejumlah pasar tradisional di Kota Balikpapan, menembus Rp180.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini dikeluhkan warga karena daya beli masyarakat ikut terdampak, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.
Seorang pembeli, Deli, mengaku kaget dengan lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, harga daging saat ini jauh berbeda dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Kaget. Sekarang beli ya seadanya saja. Biasanya Rp50.000 itu masih dapat. Dulu Rp100.000 sampai Rp120.000 atau Rp130.000 paling mahal, sekarang sudah tidak dapat,” ujarnya saat ditemui di pasar, Jum'at 27 Februari 2026.
Ia berharap harga kebutuhan pokok, termasuk daging sapi, bisa kembali stabil agar tidak memberatkan masyarakat.
“Harapannya ya standar saja lah. Kita kan tahu kondisi pasar seperti apa, itu saja,” kata dia.
Pedagang daging sapi di pasar setempat, Agus, mengatakan harga daging sapi segar mulai merangkak naik sejak awal Ramadhan.
Ia menyebut harga jual saat ini berada di kisaran Rp170.000 hingga Rp180.000 per kilogram, tergantung kualitas dan pasokan.
“Kenaikan ini sejak barang kosong. Sapi-sapi kampung dicari. Kalau dapat sapi kampung baru bisa jualan, kalau tidak dapat ya tidak jualan,” ujar Agus.
Menurut dia, distribusi sapi dari daerah pemasok terganggu akibat cuaca buruk dan banjir yang melanda sejumlah wilayah.
“Pengiriman masih terkendala. Di sana banjir terus, jadi pasokan berkurang,” katanya.
Agus menambahkan, kenaikan harga berdampak langsung pada penurunan penjualan.
“Penjualan sekarang terasa sepi. Dengan harga tinggi begini, pembeli juga berkurang,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Hamka. Ia mengatakan harga sebelumnya berada di kisaran Rp150.000 per kilogram, namun kini naik menjadi Rp160.000 hingga Rp170.000 per kilogram.
“Naik sejak bulan kemarin, awal puasa. Barang kosong dari Makassar, dari NTT juga kosong,” kata Hamka.
Ia memperkirakan harga tinggi ini masih akan bertahan hingga mendekati Idul Fitri jika pasokan belum kembali normal.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Muhammad Anwar, mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan distributor untuk menjaga ketersediaan pasokan.
“Upaya kami adalah selalu berkomunikasi dengan para distributor, khususnya daging. Memang masyarakat kita lebih senang mengonsumsi daging segar dibandingkan daging beku,” ujar Anwar.
Ia menjelaskan, dari sisi kualitas dan higienitas, daging beku sebenarnya tidak kalah dengan daging segar.
“Daging beku itu prosesnya juga dari sapi segar, pengolahan sampai penjualannya terjaga. Jadi secara higienis sangat baik,” katanya.
Harga daging beku di pasaran saat ini berkisar antara Rp110.000 hingga Rp130.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan daging sapi segar. Daging beku yang beredar umumnya merupakan produk impor.
Selain mendorong masyarakat beralih ke daging beku, Disdag juga telah menggelar pasar murah menjelang Ramadhan untuk membantu menekan harga kebutuhan pokok.
“Kami kemarin mengadakan gerakan pasar murah dengan menghadirkan distributor daging beku yang menjual sesuai harga yang sudah ditetapkan,” ujar Anwar.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat di tengah tingginya harga daging sapi segar, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan daya beli warga Balikpapan. (Han)










