KALTIM — Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,20 persen pada Juni 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,39.
"Inflasi year on year sebesar 3,20 persen ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,04 persen," ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas'ud Rifai, dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).
Rifai menjelaskan, seluruh empat kabupaten/kota cakupan IHK di Kaltim mengalami inflasi secara tahunan.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Samarinda sebesar 3,53 persen, disusul Kabupaten Berau 3,35 persen, Kabupaten Penajam Paser Utara 2,96 persen, dan terendah di Kota Balikpapan sebesar 2,80 persen.
Menurutnya, inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,49 persen, diikuti kelompok transportasi 7,10 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau 3,67 persen.
Selain itu, kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 2,19 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,61 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,61 persen.
Kemudian kelompok pendidikan 1,49 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,74 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,23 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen.
Di samping itu, satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang mengalami deflasi sebesar 0,54 persen.
“Pada Juni 2026, Kaltim juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,70 persen, sedangkan inflasi year to date (y-to-d) hingga Juni 2026 mencapai 2,36 persen,” terangnya. (Agung)














