Payload Logo
Rudy Mas’ud

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud bersama Bunda Literasi, Syarifa Suraidah dalam agenda literasi Kaltim (dok: Wira/katakaltim)

Kaltim Masuk 7 Besar Literasi Nasional, Rudy Mas’ud: Baru Baca Judul Komen Langsung Panjang

Penulis: Wira | Editor: Agung
2 September 2026

SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyebut perkembangan literasi di Benua Etam menunjukkan capaian positif.

Berdasarkan kajian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) tahun 2025, Kaltim berada di peringkat ketujuh dari 38 provinsi di Indonesia.

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kaltim tercatat mencapai 44,11. Capaian ini, kata Rudy, patut disyukuri. Sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperkuat gerakan literasi di seluruh wilayah Kaltim.

“Capaian itu patut disyukuri sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat gerakan literasi di seluruh wilayah Kaltim,” ucap Rudy Mas’ud, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, pembangunan literasi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama seiring pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi melalui media sosial.

Karena itu, tugas pemerintah tak lagi sekadar mendorong masyarakat agar rajin membaca.

Lebih dari itu, masyarakat perlu punya kemampuan untuk memahami, menyaring, serta menggunakan informasi yang diperoleh secara bijak.

“Apalagi di era media sosial ini, informasi begitu cepat. Baru membaca judul saja, belum membaca isi, komen langsung panjang,” ungkapnya.

Rudy juga menyinggung pentingnya kemampuan berpikir kritis sebagai bagian dari literasi.

Menurutnya, masyarakat dengan tingkat literasi yang baik tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu menghasilkan karya melalui proses berpikir dan imajinasi.

Sebaliknya, ia menyindir mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan membicarakan kehidupan orang lain.

“Yang paling repot itu adalah orang pecundang, yang pembicaraannya tentang orang lain saja,” tandasnya.

Rudy Mas’ud juga tak lupa menyerukan kepada generasi muda Banua Etam agar lebih banyak membaca dan berpikir kritis.

“Baca lebih banyak, berpikir lebih kritis, berkarya lebih kreatif, dan gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif,” pesannya.

Sementara itu, Bunda Literasi Kaltim Syarifa Suraidah mengatakan pihaknya akan terus mendorong berbagai program pengembangan literasi di Kaltim.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah gerakan satu guru satu buku. Menurutnya, program tersebut perlu disukseskan sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Ia juga menilai gerakan literasi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebelum diperluas ke sekolah, komunitas, hingga masyarakat.

Suraidah mengatakan kebiasaan membaca juga telah diterapkan dalam keluarganya. Ia mengaku memiliki 13 anak dan membiasakan mereka menjadikan buku sebagai bagian dari kebutuhan.

“Saya punya anak 13, mereka itu kalau ulang tahun pasti minta dibelikan buku baru,” ucapnya.

Di akhir acara, Rudy Mas’ud bersama Syarifa Suraidah memberi hadiah kepada 4 siswa yang berhasil menjawab pertanyaan. Masing-masing siswa mendapatkan uang tunai sebesar Rp500 ribu. (Wira)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025