KUTIM — Kebakaran lahan terjadi di Jalan Poros Kolek RT 003, Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.
Kebakaran melanda lahan milik warga, Exsun Sunar Ariningsi, dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 1 hektare.
Kapolsek Sangkulirang IPTU Erik Bastian mengatakan, setelah menerima informasi, personel Polsek Sangkulirang bersama sejumlah unsur terkait langsung mendatangi lokasi mengecek sekaligus tangani kebakaran.
“Personel langsung melakukan pengecekan ke lokasi, berkoordinasi dengan instansi terkait dan melaksanakan upaya pemadaman,” ucap IPTU Erik Bastian.
Penanganan kebakaran melibatkan kekuatan gabungan. Dari Polsek Sangkulirang diterjunkan empat personel, diperkuat dua personel BKO Brimob Polda Kaltim, satu personel Koramil 09-02 Sangkulirang, tujuh personel Manggala Agni Sangkulirang, enam personel Satpol PP Sangkulirang serta satu personel TNI AL Sangkulirang.
Petugas menggunakan dua unit motor patroli Polsek Sangkulirang, satu unit mobil BPBD Kecamatan Sangkulirang, mesin pompa air dengan selang panjang sekitar 100 meter serta tiga unit pompa gendong untuk mendukung proses pemadaman.
Polisi juga mengumpulkan informasi dan keterangan dari masyarakat sekitar untuk mengetahui penyebab munculnya api.
Selain melakukan pendataan terhadap area yang terbakar, petugas melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya aktivitas pembukaan lahan dengan cara pembakaran.
Namun, berdasarkan informasi awal di lokasi, pemicu kebakaran diduga kuat berasal dari puntung rokok yang dibuang masyarakat di pinggir jalan.
Puntung tersebut diduga memicu terbakarnya rumput kering yang kemudian menyebabkan api menjalar ke area lahan.
Meski demikian, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman di lapangan. Petugas juga melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api baru maupun bara yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran.
Upaya pemadaman berhasil mengendalikan kebakaran sehingga api tidak meluas. Hingga laporan dibuat, situasi di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan kondusif.
Meski kobaran utama telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan. Sejumlah titik api kecil dan bara yang tersisa ditangani menggunakan pompa gendong untuk memastikan api benar-benar padam.
IPTU Erik Bastian menegaskan bahwa pemantauan tetap dilakukan setelah proses pemadaman sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.
Langkah tersebut sekaligus untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain, mengingat lahan yang terbakar berada di sekitar jalur poros.
Selain penanganan api, petugas juga melakukan dokumentasi serta pendataan terhadap kondisi lahan yang terdampak.
Informasi dan keterangan dari warga sekitar menjadi bagian dari bahan pendalaman untuk mengetahui secara lebih jelas asal-usul dan pemicu kebakaran.
“Untuk saat ini masih dilakukan proses pendinginan dan memadamkan api yang kecil-kecil menggunakan pompa gendong. Situasi aman dan kondusif,” kata IPTU Erik Bastian.
Kebakaran lahan seluas sekitar 1 hektare tersebut kini telah berhasil dikendalikan. Petugas gabungan masih memastikan seluruh titik bara padam sehingga tidak terjadi kebakaran susulan di lokasi.
Penanganan cepat lintas instansi menjadi langkah penting untuk mencegah api meluas, sekaligus memastikan dugaan penyebab kebakaran dapat didalami berdasarkan fakta di lapangan. (Caca)














