Payload Logo
-30720251125185054608.jpg

Pengibaran Bendera Merah Putih di Halaman Kantor Bupati Kutim dalam rangka Hari Kemerdekaan ke-80 RI (dok:caca/katakaltim)

Merah Putih Hampir Gagal Berkibar, Tali Tiang Bendera di Kutim Diduga Disabotase

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agu
17 Agustus 2025

KUTIM — Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Hari Peringatan Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), hampir gagal dilaksanakan.

Kepala Pelatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kutim 2025, AIPTU Wahyu Winarko, mengatakan terjadi pergantian tali tiang bendera pasca gladi bersih pelaksanaan upacara bendera.

"Kemarin sore (Sabtu 16 Agustus 2024), tim pelatih mengecek tali dan kaling pengait bendera masih sama. Namun pagi tadi talinya sudah berganti, baru," kata Wahyu, usai upacara pengibaran, Minggu 17 Agustus 2025.

Masalah lain yang ditemukaan saat pengecekan pagi tadi, posisi kaling atau pengait tali bendera tertukar.

"Jika ini dibiarkan, berpotensi gagal pengibaran dan posisi bendera yang terbalik," ucapnya.

Wahyu mengungkapkan, patroli yang dilakukan pagi tadi merupakan firasat seorang pelatih. Ia juga bersyukur mengikuti firasat itu, sehingga dapat ditindaki cepat melakukan perbaikan.

"Kaling masih bisa kita atasi, cuman talinya memang kaku karena baru, dan berberda dari tali yang digunakan Paskibraka gladi bersih," tandasnya.

Ditanyai apakah kondisi tersebut mengalami sabotase, ia enggan mengatakan demikian. Namun kondisi ini menurutnya bisa berakibat fatal.

Ia menerangkan, pasca upacara penurunan sore nanti, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan tahun ini dan menjadi pembelajaran untuk tahun selanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama Badan Kesbangpol Kutim, Hapiah, mengatakan sangat menyangkan tindakan pergantian tali tersebut.

Menurutnya tidak sesuai prosedur dan membahayakan bagi pelaksanaan pengibaran bendera.

"Tidak ada koordinasi, setiap tahunnya memang kita minta ke bagian umum untuk pengadaan tali yang baru, tapi tahun ini tidak ada konfirmasi," ungkapnya kepada Katakaltim.

Senada Wahyu Winarko, Hapiah juga mengatakan pergantian tali yang baru dengan kondisi kaku ini, membuat kaget para petugas pengibar.

"Kita berharap kedepan, harus ada koordinasi," ucapnya.

Berdasarkan pantauan Katakaltim, penggerek bendera, danton kelompok 8 dan pembentang cukup lama dalam bertugas mengikatkan bendera tersebut ke tali yang baru.

"Karena talinya kaku, dan juga kalingnya itu lebih besar dari sebelumnya, jadinya sempit untuk dikaitkan," ungkap Aditya Wahyu Pamungkas, Penggerek Bendera Merah Putih.

Anggi Joeseptember, Pembentang, mengatakan situasi tersebut sangat tegang, hingga membuat dirinya sempat salah pegang bendera.

"Namun dengan cepat bisa kami atasi, dan Bendera Merah Putih, bisa berkibar dengan selamat," ucapnya haru.

Adapun Kepala Badan Kesbangpol, Tejo Yuwono, mengatakan, dirinya telah memberikan teguran ke Urusan Rumah Tangga Bagian Umum Setkab Kutim, terkait hal ini.

"Pagi tadi sudah saya sampaikan. Kalau mau diganti talinya lakukan koordinasi, karena tali ini menjadi bagian vital," tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari Bagian Umum Setkab Kutim. (Cca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025