SAMARINDA — Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APM KT) mengumumkan rencana aksi demonstrasi besar atau “Demo Akbar Jilid III” yang bakal digelar pada Kamis, 21 Mei 2026 atau demo 215 mendatang.
Seruan aksi itu merupakan hasil rapat konsolidasi bersama sejumlah elemen masyarakat Kaltim yang berlangsung di Hotel Mesra, Samarinda, Jumat 8 Mei 2026 malam.
Koordinator APM KT, Erly Sopiansyah, mengajak berbagai elemen masyarakat mulai dari paguyuban, lembaga adat, serikat buruh, mahasiswa, pengemudi ojek online, kurir online hingga organisasi kemasyarakatan untuk turut bergabung dalam aksi tersebut.
Aksi dijadwalkan dimulai pukul 10.00 Wita dengan dua titik utama, yakni Kejaksaan Tinggi Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.
Ia menyebut aksi itu membawa tiga tuntutan utama, termasuk mendesak Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mundur dari jabatannya.
Kemudian memerangi dugaan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di Kaltim, serta meminta pengusutan dugaan penyalahgunaan anggaran di lingkungan Pemprov Kaltim.
Kata dia massa aksi diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang dari berbagai daerah di Kaltim.
Selain itu, APM KT juga menyerukan dukungan terhadap penggunaan hak angket DPRD Kaltim, meminta aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung, KPK, BPK hingga Polri menyelidiki dugaan penyalahgunaan anggaran.
“Kita juga meminta Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri mengambil sikap atas situasi politik di Kalimantan Timur,” tandasnya.
Bahkan lebih jauh, dalam keterangannya, aliansi menyerukan agar melawan penguasa yang tidak pro rakyat.
“Meminta masyarakat di semua daerah Kabupaten/Kota di Kaltim untuk melawan penguasa yang tidak pro rakyat,” tutupnya. (Deni)















