BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni hadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Guntung dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Agenda berlangsung di Pendopo Kantor Kelurahan Guntung, Jalan Tari Enggang RT 15, Kelurahan Guntung, Jumat 23 Januari 2026.
Neni—sapaannya—menegaskan pembangunan infrastruktur, khususnya penanganan banjir di Kelurahan Guntung, harus jadi prioritas. Tak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Banjir di Guntung harus segera diselesaikan dan tidak bisa ditunda-tunda lagi," tegasnya.
Politisi Golkar itu menekankan pentingnya kerja sama yang serius antara pemerintah dan dunia usaha untuk menangani masalah ini.
"Penanganan banjir dan perbaikan lingkungan membutuhkan kolaborasi serius, terutama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah ini," pintanya.
Neni menambahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah menggelontor anggaran sekitar Rp7,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan itu.
Singgung Angka Stunting
Di sektor kesehatan, Wali Kota menyinggung angka stunting di Kelurahan Guntung masih tinggi. Sekitar 20 persen.
“Ini lebih tinggi dari rata-rata kota yang berada di angka 15,6 persen, dan ini harus menjadi perhatian bersama," tegasnya lagi.
Kata dia, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan ke sektor kesehatan. Tapi harus lintas sektor. Dengan menyasar lingkungan, perilaku masyarakat, sanitasi, serta pemenuhan gizi.
Bahkan, Neni minta harus ada perubahan pendekatan bantuan gizi. Saat ini bantuan gizi pada makanan segar atau real food, bukan lagi makanan kemasan.
“Agar ini manfaatnya lebih optimal bagi ibu hamil dan balita," jelasnya, seraya menyebut bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat membantu upaya percepatan penurunan stunting.
Lebih jauh bahkan Wali Kota menyoroti peran perusahaan yang dinilai masih minim dalam kegiatan Musrenbang.
Perusahaan diminta untuk tidak hanya hadir secara simbolis, tapi harus berkontribusi nyata dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya.
“Secara khususnya dalam penanganan stunting dan banjir,” tegas Wali Kota.
Sentil Kualitas Proyek
Selain itu, Neni juga menyinggung pentingnya kualitas pembangunan dan pengawasan proyek.
Dia tidak mau pembangunan dengan nilai besar tapi menghasilkan kualitas yang buruk.
“Karena itu pengawasan harus dilakukan secara ketat," pintanya, sembari menyoroti kondisi beberapa fasilitas pendidikan yang perlu perhatian lebih.
Lindungi Kelompok Rentan
Di bidang sosial, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah terhadap perlindungan kelompok rentan.
“Anak disabilitas memiliki hak yang sama dalam pembangunan, sehingga infrastruktur wajib ramah disabilitas dan Forum Anak harus dilibatkan dalam Musrenbang," tandasnya.
Pemerintah Kota Bontang juga menyalurkan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan bagi anak disabilitas kongenital yang belum terakomodir dalam program bantuan lainnya.
Usulan Skala Prioritas
Sebelumnya, Musrenbang Kelurahan Guntung ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat.
Dia menyampaikan Musrenbang merupakan forum penting dalam menyepakati prioritas pembangunan kelurahan.
la menegaskan tidak semua usulan dapat terakomodir karena keterbatasan anggaran.
Sehingga diperlukan penentuan skala prioritas dan sinergi dengan DPRD agar usulan yang belum terakomodir tetap dapat diperjuangkan.
“Ini demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Guntung,” ucapnya.
Hadir Anggota DPRD Kota Bontang Dapil Bontang Utara Ubayya Bengawan, Camat Bontang Utara Muhammad Nur, Lurah Guntung Denny Febrian, perwakilan Bapperida Kota Bontang, perwakilan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Guntung, para Ketua RT se-Kelurahan Guntung, Ketua Karang Taruna, Ketua Lembaga Adat, Ketua LPM, Ketua Pokdarwis, Ketua FKPM, serta tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat Kelurahan Guntung. (Agu)














