BONTANG — Bontang ngos-ngosan di anggaran. Sejumlah proyek dengan skema tahun jamak atau Multi Years Contract pun terpaksa harus dibatalkan.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan bahwa pihaknya sudah berdiskusi panjang dan meminta Wali Kota membatalkan sejumlah proyek.
Sebab berdasarkan audit badan pemeriksa keuangan (BPK), ada Rp150 Miliar defisit APBD Kota Bontang dari kegiatan yang akan berjalan tahun ini.
"Makanya kemarin berdiskusi dan meminta kepada Wali Kota untuk batalkan skema proyek multiyears. Apalagi tahun depan APBD kita itu lebih sedikit lagi, tinggal Rp1,5 triliun," ucapnya, saat ditemui awak media, Selasa 7 April 2026.
Katanya, dengan konsep multiyears pemerintah akan punya beban selama 3 tahun. “Jadi tentu secara postur keuangan tidak akan sanggup," tandasnya.
Selain proyek MYC, sejumlah pekerjaan lainnya turut dibatalkan. Seperti proyek perawatan Aluminium Composite Panel (ACP) yang sebelumnya telah dianggararkan mencapai Rp5,9 miliar.
Ada juga pembatalan pembelian Mes di Jakarta yang semula ditaksir Rp8,8 Miliar. Dan pembangunan Mini Soccer di Berbas Pantai turut dibatalkan.
"Hal-hal yang belum urgen, yang memerlukan uang yang besar mungkin kita bisa kalahkan dulu untuk kepentingan yang lebih besar," ujarnya.
Pihak dewan telah meminta Wali Kota untuk bersurat ke DPRD guna dilakukannya Rapat Paripurna pembatalan proyek tersebut.
"Karena ini Multiyears lahir di Paripurna, cabutnya juga harus di Paripurna," jelasnya.
Menurut Andi Faiz, tata kelola keuangan yang baik adalah ketika pemerintah di akhir tahun anggaran tidak meninggalkan hutang.
"Ini yang kita jaga. Kita tidak mau seperti kabupaten/kota lain. Ketika akhir tahun meninggalkan hutang kepada pihak ketiga, kepada rekanan ini kita jaga," tandasnya. (Cca)













