Payload Logo
Kutim

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Heri Purwanto (Dok: katakaltim)

Partisipasi PAUD di Kutim Tembus 92,5 Persen, Naik Tajam dari 2024

Penulis: Caca | Editor: Hilman
14 Oktober 2026

KUTIM – Angka partisipasi sekolah anak usia 5–6 tahun di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan peningkatan.

Pada 2026, angka partisipasi tersebut telah mencapai 92,5 persen, naik tajam dibandingkan 2024 yang masih berada di kisaran 65 persen.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Heri Purwanto, mengatakan peningkatan itu menjadi indikator semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Sekarang partisipasi anak usia 5 sampai 6 tahun itu sudah 92,5 persen. Kalau kita lihat dibandingkan tahun 2024, waktu itu masih sekitar 65 persen. Jadi ini peningkatannya cukup bagus,” ujar Heri, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, peningkatan tersebut juga sejalan dengan pemahaman masyarakat terhadap program wajib belajar 13 tahun.

Meski demikian, Disdikbud Kutim masih melihat adanya anak usia 5–6 tahun yang belum mendapatkan layanan pendidika.

Karena itu, pemerintah daerah menargetkan angka partisipasi sekolah anak usia tersebut dapat kembali meningkat menjadi 93,5 persen pada tahun depan.

“Target kita tahun depan bisa 93,5 persen. Jadi masih ada anak-anak yang belum masuk dalam layanan pendidikan PAUD. Ini yang harus kita dorong bersama,” katanya.

Heri mengatakan, untuk mencapai target tersebut diperlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar anak ketika mulai bersekolah.

Kebutuhan seperti seragam dan perlengkapan sekolah dinilai perlu mendapat perhatian. Sebab, keterbatasan perlengkapan sekolah dapat menjadi salah satu faktor yang menghambat anak untuk mengikuti pendidikan.

“Pemerintah juga harus menyiapkan kebutuhan anak-anak itu, seperti seragam dan perlengkapan sekolah. Karena jangan sampai ada anak yang sebenarnya mau sekolah, tetapi terkendala karena kebutuhan perlengkapannya belum tersedia,” jelasnya.

Selain mengejar peningkatan angka partisipasi, Disdikbud Kutim juga menekankan pentingnya kualitas layanan pendidikan.

Anak-anak yang telah masuk PAUD diharapkan memperoleh proses pembelajaran yang baik sebagai bekal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar.

“Bukan hanya mengejar angka partisipasinya saja, tetapi bagaimana anak-anak yang sudah masuk itu mendapatkan layanan pendidikan yang baik. Jadi kita ingin jumlah anak yang sekolah meningkat, tetapi kualitas pembelajarannya juga harus diperhatikan,” pungkasnya. (Adv)

Dilihat 692 kali