Payload Logo
Kutim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono (Dok: katakaltim)

Perkuat Muatan Lokal, Kutim Kirim 100 Guru Dalami Bahasa Kutai

Penulis: Caca | Editor: Agung
27 Oktober 2026

KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengirim 100 guru untuk mengikuti pendidikan Bahasa Kutai, guna memperkuat kompetensi tenaga pengajar dalam penerapan muatan lokal bahasa daerah di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, mengatakan program tersebut dilakukan karena guru yang mengajarkan Bahasa Kutai belum punya latar belakang pendidikan formal khusus di bidang tersebut.

“Persoalannya adalah guru-guru kita belum punya pendidikan formal bahasa Kutai,” ucap Mulyono, di Sangatta, beberapa waktu lalu.

Peningkatan kompetensi guru menjadi kebutuhan seiring penerapan muatan lokal Bahasa Kutai di seluruh kelas pada jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Penerapan tersebut juga mengantarkan Kutim menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan, sebab dinilai telah menerapkan pembelajaran bahasa ibu secara menyeluruh di sekolah.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar yang kompeten, Disdikbud Kutim menjajaki kerja sama pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi.

Salah satu institusi yang merespons adalah Universitas Negeri Malang melalui program pendidikan bagi guru Bahasa Indonesia dengan spesialisasi bahasa daerah, termasuk Bahasa Kutai.

Pelaksanaan program tersebut juga akan melibatkan dosen dari Balai Bahasa Samarinda untuk mendukung pengembangan kompetensi guru.

Mulyono bilang, pengiriman 100 guru di tahun ini merupakan tahap awal dari program peningkatan kualitas tenaga pendidik Bahasa Kutai.

Disdikbud Kutim berencana melanjutkan program tersebut secara bertahap sesuai kebutuhan di sekolah.

“Insyaallah tahun ini sudah kita kirim 100 orang untuk menempuh pendidikan bahasa. Nanti akan kita teruskan secara bertahap,” pungkasnya.

Melalui program ini, Pemkab Kutim berharap pembelajaran Bahasa Kutai tidak hanya diterapkan sebagai muatan lokal.

Tapi juga didukung tenaga pengajar yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya sehingga pelestarian bahasa daerah dapat berjalan berkelanjutan. (adv)

Dilihat 710 kali