KUTIM – Pemerintah Kecamatan Bengalon menyoroti kesiapan infrastruktur pendukung pasar baru di Desa Sepaso, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), yang hingga kini belum beroperasi meski pembangunannya disebut telah rampung.
Perbaikan akses jalan dan kelayakan sanitasi dinilai perlu menjadi perhatian sebelum pasar digunakan masyarakat.
Camat Bengalon, Muhammad Harun Al Rasyid, mengatakan kondisi jalan masuk menuju pasar masih menjadi salah satu kendala.
Selain belum disemenisasi, akses jalan tersebut dinilai terlalu curam sehingga perlu diperbaiki agar lebih mudah dilalui pengunjung maupun pedagang.
“Aksesnya itu kurang strategis, terlalu curam begitu. Ya, mudah-mudahan itu aksesnya dibenerin,” ucapnya, beberapa waktu lalu.
Kesiapan fasilitas kebersihan juga perlu dipastikan sebelum pasar mulai beroperasi.
Tempat pembuangan sampah dan sistem sanitasi yang belum memadai dikhawatirkan menimbulkan persoalan lingkungan, mengingat lokasi pasar berada di tengah permukiman warga.
“Sama tempat pembuangan sampah atau sanitasi dari pasar itu sendiri kayaknya masih belum layak. Apalagi di tengah kampung gitu, takutnya nanti ada komplain dari masyarakat ke depannya. Kita takutnya di situ,” jelasnya.
Harun berharap pembenahan infrastruktur pendukung dapat dilakukan agar pasar tersebut bisa segera dimanfaatkan tanpa mengabaikan kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekitar.
Pasar yang dibangun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim itu berlokasi di Desa Sepaso, tepat di seberang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) AKR.
Hingga kini, pasar tersebut belum diaktifkan karena masih terdapat sejumlah kendala teknis yang perlu ditangani. (Adv)












