SAMARINDA — Wali Kota Samarinda Andi Harun tampak jengkel melihat sejumlah media sosial (medsos) yang mengabarkan kinerjanya.
Salah satu yang ia tidak sepakat adalah citra buruk yang ditampilkan oleh medsos tertentu ihwal pembangunan terowongan Samarinda, sebuah proyek andalan Andi Harun.
“Saya sudah membaca dan sangat jelas sekali karakter media sosial itu. Menggiring opini negatif, menyebarkan berita bohong terhadap kondisi itu (terowongan),” ucap Andi Harun di Samarinda, Sabtu 30 Mei 2026.
Politisi Gerindra itu mengakui katanya sudah mengingatkan warga supaya lebih waspada terhadap berita dari medsos tertentu yang sengaja membuat keresahan. Apalagi yang mengadu domba.
“Apa coba di balik kepentingan semua itu? Kalau bukan untuk merusak suasana, atau mengalihkan isu mungkin, atau memang sengaja buat polemik agar Samarinda ini tidak pernah tenang,” tandasnya.
Andi Harun pun menangkis isu yang beredar luas bahwa terowongan Samarinda itu bermasalah. Dia bilang Pemkot sudah ketemu dengan Kementerian PUPR.
Hasilnya, Kementerian memproyeksi terowongan Samarinda bakal dijadikan sebagai role model atau kinerja yang patut dicontoh.
“Pusat (Kementerian) bilang ini (terowongan) akan jadi role model di Indonesia,” tukas Andi Harun.
Mantan Wakil Rakyat Kaltim itu lebih jauh menyayangkan medsos yang mereproduksi atau membuat ulang konten lama.
Yakni kerusakan di kawasan terowongan dan disimpulkan menjadi masalah serius. Padahal, menurut Andi Harun, kerusakan itu jauh dari mulut terowongan. Dan tidak berdampak bahaya.
“Tidak seperti itu. Jadi tidak seperti yang diberitakan,” tuturnya.
Minta Medsos Bertaubat
Andi Harun lebih jauh meminta agar pegiat medsos bertaubat. Tidak lagi mengulang-ulang kesalahan mereka. Tidak memprovokasi suasana. Apalagi “mengaduk-aduk” suasana yang sebenarnya adem.
“Masa sama sekali kalian tidak sedikit pun bersalah? Tidak merasa apakah berita saya ini mengganggu ketenangan di masyarakat?,” ucap Andi Harun.
Untuk mengingatkan para pembawa onar, Andi Harun melontarkan pepatah bijak, ‘kalau tidak bisa berbuat baik untuk daerah ini, jangan merusak’.
“Makanya kita ajak ayo sama-sama berbuat baik. Kalaupun tidak bisa, mari kita jaga, jangan sampai kita merusak. Ini nasehat buat saya dan kita semua. Tapi masa sih, setiap ada berita yang tidak semestinya, malah kalian amplifikasi (sebarkan) jadi berita negatif? Tujuannya apa? Manfaatnya buat kalian apa?,” tanya Andi Harun lagi.
Untuk itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat waspadai medsos yang provokatif, yang sengaja mengapitalisasi isu-isu tidak benar, atau isu-isu yang tidak punya dasar.
“Yaaa mungkin kehabisan isu, atau situasi sudah mulai tenang, lalu dia ciptakan lagi situasi yang tidak kondusif,” tuturnya.
“Kawan, sudah. Ayo berhenti. Mari kita cari, minimal satu yang kira-kira kita bisa berikan kontribusi positif bagi daerah ini,” sambung dia.
Terakhir Andi Harun menyampaikan pemerintah tidak selalu benar. Namun, kata dia, tetaplah berupaya menebarkan kebaikan.
“Kami pemerintah tidak pernah merasa benar terus. Kami juga banyak salah. Tapi kita ingin mengajak, kalau kita tidak bisa memberi kebaikan, kita jangan membuat situasi menjadi runyam. Hanya karena berita-berita yang tidak berdasar dan berkualitas,” pungkasnya. (Agung)














