PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, bersiap merealisasikan pembangunan tiga unit Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada tahun 2026.
Program strategis sentra kelautan hasil kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini mengedepankan kepastian legalitas lahan (clean and clear) sebagai syarat utama pelaksanaan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa pemerintah daerah fokus mengawal tiga titik lokasi prioritas tahun ini sebelum menambah usulan kawasan baru untuk tahun anggaran berikutnya.
“Ke depan, karena ini merupakan program dari kementerian yang membuka ruang seluas-luasnya bagi kabupaten maupun kota untuk mengusulkan titik-titik potensial, kita fokus bangun dulu tiga unit di tahun 2026. Setelah tahapan itu berjalan, baru kita usulkan kembali titik berikutnya di tahun 2027,” ujar Andi, Senin (12/10/2026).
Salah satu titik lokasi yang tengah dimatangkan keberadaannya adalah kawasan Babul Laut.
Di wilayah ini, dukungan pemanduan aksesibilitas dan legalitas hibah lahan telah dikoordinasikan secara intensif bersama pemerintah desa setempat.
Penguatan fasilitas pendukung ini dinilai krusial lantaran ratusan nelayan di area tersebut selama ini belum memiliki sarana pendaratan dan tambat labuh armada yang representatif.
“Prinsipnya pemerintah desa sangat mendukung penuh karena terdapat ratusan nelayan di sana yang selama ini belum memiliki fasilitas bersandar maupun tempat pendaratan ikan yang layak,” jelasnya.
Nantinya, setiap unit KNMP akan dirancang menjadi kawasan terpadu yang memadukan berbagai sarana modern guna menjaga rantai dingin (cold chain) dan kualitas pascatangkap ikan.
“Selain tempat sandar, kawasan ini nantinya akan dilengkapi area docking kapal, sarana bongkar muat ikan, pabrik es, hingga fasilitas ruang pendingin,” sambungnya.
Dari segi pendanaan, alokasi anggaran pembangunan KNMP bersumber dari APBN dengan perkiraan nilai investasi mencapai Rp6 miliar hingga Rp8 miliar per unit, sehingga total anggaran untuk tiga lokasi berkisar antara Rp18 miliar hingga Rp24 miliar.
Melalui kesiapan lahan dan dukungan penuh warga pesisir, Pemkab PPU optimistis keberadaan KNMP dapat mendongkrak kesejahteraan nelayan lokal secara signifikan. (Adv)















