Payload Logo
penghargaan Green Leadership PROPER Dirut PLN

Penyerahan penghargaan Green Leadership PROPER oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (tengah) kepada Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan), disaksikan oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (kiri) pada ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 di Jakarta, Selasa (7/4). ( dok: PLN)

PLN Sapu 11 PROPER Emas 2025, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Kembali Ukir Green Leadership

Penulis: Han | Editor:
8 April 2026

Jakarta — Transformasi hijau PT PLN (Persero) kian menunjukkan hasil nyata. Di tengah dorongan global menuju energi bersih, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership dalam ajang PROPER 2025.

Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup ini menjadi yang ketiga kalinya bagi Darmawan—sebuah capaian yang menegaskan konsistensinya dalam mendorong perubahan besar di sektor energi nasional.

Tak hanya pada level kepemimpinan, kinerja lingkungan PLN juga mencatat hasil signifikan. Sepanjang 2025, PLN berhasil meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau, memperlihatkan keseriusan perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai perusahaan-perusahaan penerima PROPER telah berkontribusi nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Upaya yang dilakukan tidak hanya soal kepatuhan, tetapi juga menciptakan efisiensi sumber daya, mencegah pencemaran, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Hanif.

Di bawah kepemimpinan Darmawan, PLN memang tengah bergerak cepat. Dalam kurun 2021 hingga 2025, perusahaan ini berhasil meningkatkan reduksi emisi karbon dari 12,9 juta ton CO₂ menjadi 51,1 juta ton CO₂—lonjakan signifikan dalam upaya dekarbonisasi.

Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) juga terus dipacu. Hingga 2025, kapasitas EBT PLN telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt. Di saat yang sama, strategi transisi energi juga diperkuat melalui pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 TWh.

Darmawan menegaskan bahwa PROPER menjadi pendorong bagi PLN untuk melangkah lebih jauh dari sekadar kepatuhan regulasi.

“Bagi PLN, PROPER adalah akselerator transformasi. Kami ingin memastikan listrik yang kami hadirkan tidak hanya andal, tetapi juga semakin bersih dan memberi nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat,” jelas Darmawan Prasodjo.

Salah satu terobosan penting PLN adalah pengembangan hidrogen hijau. Sejak 2023, PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia di Muara Karang, yang kemudian diperluas hingga ke Kamojang dengan memanfaatkan energi panas bumi.

Kini, fasilitas GHP PLN telah tersebar di 22 lokasi dengan kapasitas total mencapai 203 ton per tahun. Hidrogen hijau ini diproyeksikan menjadi energi masa depan, baik untuk sektor kelistrikan, transportasi, hingga industri.

Darmawan menambahkan, PLN akan terus memperkuat prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mempercepat target Net Zero Emissions 2060.

“Kami ingin menjadi leader dalam transisi energi. Bukan hanya menyediakan listrik, tetapi juga memastikan energi tersebut ramah lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.(adv)


Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025